Skripsi
Otonomi dan kuasa tubuh perempuan bagi Waranggana di Kabupaten Nganjuk / Nida Khoirunisa
Abstrak
Kebudayaan tidak pernah terlepas dari praktik kuasa begitu pula dengan pertunjukan Tayub. Berdasarkan permasalahan tersebut artikel ini berusaha menganalisis otonomi tubuh Waranggana Tayub dalam ranah privat dan publik serta menjabarkan bagaimana Waranggana Tayub menggunakan kuasa atas tubuhnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Data diperoleh dari hasil observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori relasi kuasa yang dikemukakan oleh Michael Foucault. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waranggana mampu menentukan otonomi tubuhnya secara privat dan publik yang dibuktikan dengan Waranggana menentukan batasan tubuhnya yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat oleh penonton. Dalam pertunjukan Tayub terjadi permainan kuasa yang tarik menarik antara Waranggana dan Pengibing yang menempatkan Waranggan sebagai objek sekaligus subjek