Tesis
Pengembangan media pembelajaran video geografi cinematik pada materi bencana alam untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa di kota batu / Ludina Eka Ariyanti
Abstrak
Media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan oleh pendidik untuk memudahkan penyampaian materi kepada siswa untuk memenuhi tujuan pembelajaran. Sesuai dengan berkembangnya waktu video banyak digemari dan dikembangkan dengan mengkresikan output video salah satunya video cinematic. Adanya geografi cinematic diharapkan akan dapat memperluas wawasan siswa melalui pembelajaran kontekstual yang disediakan di dalam media pembelajaran geografi cinematic. Geografi cinematik juga diharapkan akan dapat membantu siswa dalam mengontruksikan kemampuan berfikir kritis siswa. Pengembangan media video geografi cinematic menggunakan langkah pengembangan ADDIE. Pengembangan video geografi cinematic dilakukan pengujian oleh ahli media ahli materi dan guru. Kelayakan media video geografi cinematic di ujikan kepada siswa. Penelitian kelas diujicobakan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberikan video geografi cinematic dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media video geografi cinematic. Subyek dalam penelitian 58 siswa kelas IX IPS SMA Al Izzah Batu. Instrumen yang digunakan adalah berupa soal berpikir kritis. Sehingga diperoleh data yang dianalisis menggunakan twoway ANOVA dengan menggunakan SPSS. Hasil uji coba kelayakan produk media video geografi cinematic menunjukkan bahwa media tersebut hasil dari 58 siswa yaitu 34 siswa menilai sangat baik dengan 60% sementara 24 siswa menilai baik dengan persentase 40% sehingga dapat disimpulkan geografi cinematic materi bencana alam longsor Kota Batu layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba keefektifan media ini juga terbukti dapat menjadi penunjang untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa yang tergambar dari hasil rata-rata nilai tes kemampuan berpikir kritis dari peserta didik kelas eksperimen 84 dan pada kelas control 77. Pemahaman seluruh siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan twoway ANOVA memiliki nilai temuan Sig. 0 05 yang berarti H0 ditolak atau terima H1. Hal tersebut menggambarkan rata-rata skor siswa yang menggunakan media video geografi cinematic untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran video geografi cinematic. Artinya dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan media video geografi cinematic lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan media video geografi cinematic.