Skripsi
Pengembangan bahan ajar booklet materi peninggalan Kesultanan Bulungan untuk menumbuhkan pemahaman siswa Kelas x IPS 1 SMAN 1 Tanjung Palas Utara Kalimantan Utara / Necklisya Roulice
Abstrak
Penelitian dan pengembangan ini didasarkan pada pentingnya bahan ajar inovatif untuk mendukung pembelajaran sejarah dan pentingnya kajian sejarah lokal untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam meminimalisir terjadinya keterasingan lingkungan. Namun berbagai masalah pembelajaran khususnya terkait dua aspek yang telah disebutkan masih kerap terjadi. Sehingga dapat menimbulkan kurangnya pemahaman bagi peserta didik demikian halnya yang terjadi di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Utara. Peserta didik belum dapat memahami materi sejarah lokal dengan baik lantaran tidak didukung dengan bahan ajar yang memadai. Maka sangat diperlukan sebuah inovasi untuk menunjang pembelajaran sejarah serta dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terkait sejarah lokal. Peneliti kemudian mengusulkan pegembangakan bahan ajar booklet dalam bentuk cetak dengan materi Kerajaan Islam di Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar booklet untuk menunjang pembelajaran sejarah lokal. Bahan ajar yang dikembangkan diberi nama ldquo Booklet Sejalan Kesultanan Bulungan rdquo yang memuat materi terkait sejarah dan peninggalan Kesultanan Bulungan. Selain uraian materi booklet ini juga dilengkapi dengan penyajian gambar serta peta guna memaksimalkan tercapainya pemahaman materi oleh peserta didik. Penelitian ini dikembangkan dengan model Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dari Sugiyono yang telah peneliti modifikasi dari 10 langkah menjadi 8 langkah yaitu (1) Potensi dan Masalah (2) Pengumpulan Data (3) Desain Produk (4) Validasi Desain (5) Revisi Desain (6) Uji Coba Produk (7) Revisi Produk dan (8) Uji Coba Pemakaian. Pada penelitian ini dapat diketahui kevalidan produk yang dikembangkan dengan bantuan validasi ahli materi dan validasi bahan ajar. Selain itu keefektifan produk dapat ditentukan dengan uji kelompok kecil dan kelompok besar. Kemudian peserta didik diberikan soal pertanyaan dalam bentuk pre-test dan post-test pada uji coba pemakaian kelompok besar dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik. Hasil analisis bahan ajar ldquo Booklet Sejalan Kesultanan Bulungan rdquo menyatakan valid untuk diterapkan didalam pembelajaran dengan tingkat presentase validitas materi 98 52% dan validitas bahan ajar sebesar 89 70%. Selain itu hasil uji efektivitas bahan ajar pembelajaran menunjukan bahwa bahan ajar ldquo Booklet Sejalan Kesultanan Bulungan rdquo efektif diterapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini didasari pada hasil uji coba kelompok kecil kepada 8 peserta didik sebesar 91 25% uji coba kelompok besar kepada 20 peserta didik sebesar 90 42%. Kemudian pada pre-test dan post-test terjadi peningkatakan pemahaman siswa sebesar 30% yang mana pre-test memperoleh presentase senilai 50% dan post-test memperoleh presentase sebesar 80%. Berdasarkan hasil uji coba bahan ajar ldquo Booklet Sejalan Kesultanan Bulungan rdquo efektif digunakan dalam pembelajaran sejarah dan mampu menumbuhkan pemahaman peserta didik terkait sejarah lokal khususnya kajian sejarah dan peninggalan Kesultanan Bulungan. Bahan ajar ldquo Booklet Sejalan Kesultanan Bulungan rdquo mampu menghadirkan kajian materi serta foto terkait materi yang pada dasarnya belum banyak dikaji hal ini didasari pada pencarian peneliti di internet. Sehingga melalui bahan ajar ini peserta didik dapat memahami sejarah serta makna dari peninggalan kesultanan Bulungan yang masih dilestarikan hingga saat ini. Melalui pengambangan bahan ajar ini diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sejarah khususnya dalam kajian sejarah lokal. Adapun saran pemanfaatan dari peneliti bagi peserta didik yaitu dapat digunakan untuk menundukung proses pembelajaran individu maupun kelompok bagi guru dapat menjadi sebuah inovasi baru dalam pengembangan sumber belajar sejarah dan bagi pengembangan lebih lanjut dapat dijadikan acuan dalam melakukan pengembangan bahan ajar yang lebih fokus pada kajian sejarah lokal dilingkungan peserta didik.