Tesis
Studi interpretif makna, aspek, dan faktor yang mempengaruhi proses pemberdayaan diri (self empowerment) pedagang Pasar Kamulan Kabupaten Trenggalek / Elistiya Panglipuring Larasati
Abstrak
Persoalan permodalan merupakan satu dari sekian banyak hambatan yang dialami pedagang pasar Kamulan. Kebanyakan pedagang pasar tradisional termasuk pasar Kamulan enggan untuk mendapatkan bantuan kredit permodalan dari perbankan meski kebutuhan kredit (demand of kredit) mereka cukup tinggi. Para pedagang pasar justru lebih memilih memenuhi kebutuhan permodalan mereka dengan melakukan pinjaman pada rentenir hingga akhirnya timbul persoalan baru yaitu pedagang pasar kamulan sulit lepas dan semakin terlilit oleh hutang rentenir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana makna aspek serta faktor yang mempengaruhi pemberdayaan diri para pedangang pasar tradisional di pasar Kamulan Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif interpretif yakni peneliti berupaya menemukan makna aspek dan faktor yang mempengaruhi pemberdayaan diri pedagang melalui perspektif dan pengalaman individu masing-masing pedagang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan diri yang dilakukan oleh pedagang dimaknai sebagai solusi atau jalan untuk mampu lepas dari kondisi ekonomi yang dialami pedagang pasar sehingga mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan memperoleh kesejahteraan. Aspek pemberdayaan diri yang dimiliki oleh pedagang pasar Kamulan meliputi Keahlian dan Potensi Penasehat Solusi Keputusan Perencanaan Bekerja dan bertindak Pengawasan dan Sasaran. Adapun faktor yang mempengaruhi proses pemberdayaan diri tersebut terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri pedagang sendiri yang menginginkan lepas dari jeratan hutang rentenir dan melakukan pemberdayaan diri untuk mencapai kesejahteraan sedangkan faktor eksternal berasal dari luar pedangang yakni pemerintah dan juga lingkungan sekitar. Dalam hal ini pemerintah memberikan stimulus berupa bantuan permodalan edukasi serta sosialisasi tentang permodalan dan keuangan sedangkan lingkungan sekitar yang merupakan pedagang-pedagang lain di Pasar Kamulan yang terlebih dahulu berhasil terlepas dari rentenir dengan melakukan pemberdayaan diri kemudian memberikan dukungan motivasi dan berbagi pengalman yang sama.