Skripsi
Analisis proses produksi pressure vessel menggunakan metode value stream mapping dan value stream analysis tools / Ainun Nadhifa Ayuningrum
Abstrak
Era Industri 4.0 persaingan semakin besar sehingga perusahaan harus dapat menawarkan produk yang menarik dengan harga bersaing dan kualitas tinggi. Hal ini merupakan tantangan besar bagi perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi produksi yaitu dengan mengurangi pemborosan. Pemborosan dibagi menjadi 7 jenis yaitu overproduction defect waiting transportation inappropiate processing unnecessary motions dan unnecessary inventory. Tingginya tingkat pemborosan dapat berdampak pada penilaian customer terhadap perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemborosan dan merancang perbaikan alur produksi pada industri manufaktur sehingga dapat meningkatkan value perusahaan dan produk. Objek yang digunakan yaitu produk pressure vessel bermuatan 20 ton di PT. Boma Bisma Indra. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 2 metode yaitu value stream analysis tools dan value stream mapping. Metode value stream mapping analysis tools bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab pemborosan yang terjadi selama proses produksi pressure vessel berukuran 20 ton. Sedangkan metode value stream mapping bertujuan untuk memvisualisasikan proses aktivitas produksi dan merancang perbaikan alur produksi ke dalam bentuk mapping flowchart. Data yang digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan adalah data kuesioner sedangkan data yang digunakan untuk menghitung value stream mapping adalah data waktu produksi selama setahun yang berasal dari arsip perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada metode value stream analysis tools ditemukan bahwa pemborosan yang sering terjadi selama proses produksi adalah aspek waiting defect dan motion. Faktor penyebabnya adalah prosedur operator kerja ligkungan material dan mesin. Perancangan perbaikan pada metode value stream mapping dibagi menjadi 2 skenario skenario 1 difokuskan pada penambahan jumlah operator dan jumlah mesin sedangkan skenario 2 difokuskan pada penambahan jumlah operator jumlah mesin dan penjadwalan perbaikan. Hasil perbandingan kondisi riil perusahaan skenario 1 skenario 2 dengan metode value stream mapping menunjukkan bahwa skenario 2 adalah skenario terbaik untuk diterapkan di perusahaan.