Skripsi
Persepsi karyawan pria di Yayasan Pendidikan Nurul Huda Kecamatan Karanggeneng-Kabupaten Lamongan terhadap pemilihan busana batik / Nailil Fahmiyah
Abstrak
Dampak dari pesatnya perkembangan teknologi batik mengalami krisis identitas terutama batik daerah karena kemunculannya batik printing yang dirasa lebih ekonomis. Minat masyarakat pada batik semakin berkurang terutama pada pria. Hal ini terjadi juga di Yayasan Pendidikan Nurul Huda Berdasarkan hasil survei Karyawan pria di Yayasan pendidikan Nurul Huda dirasa kurang variatif karena dalam pemilihan busana batik hanya memilih batik konvensional dari keseluruhan karyawan yang menggunakan batik daerah hanya 13 5% saja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi karyawan pria di Yayasan Pendidikan Nurul Huda terhadap pemilihan busana batik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden kemudian dikategorikan berdasarkan kelas interval. Hasil penelitian menunjukan jika karyawan pria di Yayasan Pendidikan Nurul Huda dalam kategori cukup memiliki persepsi pada batik dengan total 75% dan masuk kategori cukup bisa memilih busana batik dengan total 71%. Berdasarkan hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa karyawan pria dapat dikatakan cukup memiliki wawasan pada batik berdasarkan motif warna dan bahan kain batik dan cukup variatif dalam memilih busana batik berdasarkan keserasian dari segi fisik dan perkembangan mode.