Disertasi
Makna program pusat kegiatan belajar masyarakat dari perspektif warga belajar (studi kasus multisitus pada pkbm hidayah kota probolinggo dan pkbm berkobbar Kabupaten Lumajang) / Juma\'in
Abstrak
Fokus pada penelitian ini adalah makna program pusat kegiatan belajar masyarakat dari perspektif warga belajar maka dari itu peneliti mengkaji lebih dalam dengan membagi secara terperinci masing-masing dimensi meliputi tiga fokus yaitu (1) makna program pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dari perspektif edukatif warga belajar (2) makna program PKBM dari perspektif ekonomi warga belajar (3) makna program PKBM dari perspektif sosial warga belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode studikasus multisitus. Lokasi penelitian yaitu di PKBM Hidayah Kota Probolinggo dan PKBM Berkobbar Kabupaten Lumajang. Informan penelitian ini adalah warga belajar dengan jumlah sepuluh orang yang diambil dari masing-masing PKBM lima orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada teorinya miles dan huberman (2014) dengan cara mengorganisasikan data pengelompokan berdasarkan kategori menguji asumsi atau permasalahan yang ada pada data mencari alternatif penjelasan bagi data dan menulis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Program PKBM dari perspektif edukatif warga belajar yaitu (1) program PKBM disusun berdasarkan kebutuhan (2) sistem pembelajaran dirancang secara sistematis fleksibel dan terstruktu (3) PKBM memberikan fasilitas pembelajaran yang bersifat privat dan (4) program PKBM memfasilitasi warga belajar untuk belajar secara mandiri. Makna program PKBM dari perspetif ekonomi warga belajar yaitu PKBM memiliki kontribusi dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui empat hal yaitu (1) program peningkatan keterampilan (2) program kewirausahaan (3) program kemitraan dan (4) berperasan sebagai penghubung antar sumber daya (resoucers linker). Makna program PKBM dari perspektif sosial warga belajar yaitu (1) dengan mengikuti program yang ada di PKBM relasi warga belajar menjadi bertambah dengan mengikuti beberapa program di PKBM (2) setelah lulus dari program sekolah paket kepercayaan diri warga belajar menjadi bertambah (3) hasil program kesetaraan yang ada di PKBM dapat digunakan sebagai pemenuhan syarat administrasi untuk mengikuti kontestasi politik (4) program PKBM memiliki sasaran utama kaum marginal dan (5) program PKBM memberikan dampak terhadap perubahan sosial. Saran penelitian ini ditujukan kepada (1) pimpinan PKBM Hidayah dan PKBM Berkobbar untuk mempertahankan program-program yang berdampak positif bagi warga belajar. Selain itu harus lebih ditingkatkan kembali untuk melakukan inovasi-inovasi dalam penyusunan program yang berbasis teknologi. Kepala Bidang Pendidikan Non-Formal dan Informal di Dinas Pendidikan Kota Probolinggo dan Kabupaten Lumajang disarankan untuk mendukung program-program yang telah dilakukan oleh PKBM sehingga dapat tercipta sinergitas dan kolaborasi yang solid. Selain itu perlu penguatan kapasitas kelembagaan dan dukungan moral dan materiil. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan analisis faktor dampak dan outcome yang dapat mempengaruhi program-program di PKBM.