Tugas Akhir
Metode pelaksanaan pembuatan shear wall di Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang / Muhammad Dzakiy Azizi
Abstrak
Teknologi telah mengalami peningkatan secara signifikan di segala bidang tak terkecuali pada bidang struktur bangunan bertingkat. Peningkatan bidang ini dinilai perlu demi keamanan para pekerja hingga pengguna gedung agar dapat terhindar dari hal tidak diinginkan. Selain itu perkembangan teknologi pada bidang struktur bangunan ini juga dinilai perlu untuk memudahkan pekerjaan sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Salah satu penerapan teknologi dalam bidang struktur bangunan bertingkat yaitu pembangunan struktur shear wall. Tuntutan pelaksanaan pembangunan yang cepat dan berkualitas memunculkan perkembangan berbagai metode pembuatan shear wall mulai dari pembuatan shear wall metode konvensional sampai dengan metode Rail Climbing System (RCS). Keberagaman macam metode pembuatan shear wall dan disertai adanya berbagai tuntutan kebutuhan tersebut maka diperlukan analisis kesesuain pekerjaan dan perbandingan antar metode agar dapat diketahui metode mana yang lebih efisien baik dari segi biaya dan durasi waktu pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis topik diatas yaitu menggunakan metode observasi di lapangan dan perbandingan. Dari data yang didapat pada hasil observasi di lapangan kemudian dianalisis dengan cara membandingkannya dengan teori dan syarat yang ada serta Rencana Anggaran Biaya dan waktu pelaksanaan pada pembuatan struktur shear wall. Proses analisis dan perbandingan dilakukan dengan pendekatan persentase perbandingan hasil analisis dengan teori maupun syarat pendukung serta perbandingan data hasil observasi dengan hasil analisis. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan efisiensi biaya dan efektivitas antara metode konvensional dan metode Rail Climbing System (RCS). Berdasarkan hasil studi dan analisis pelaksanaan pekerjaan struktur shear wall pada proyek pembangunan 2 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang untuk kesesuaian pelaksanaan antara teori pendukung (RKS) dan observasi lapangan diperoleh nilai persentase kesesuaian pekerjaan sebesar 100% (sangat sesuai). Sedangkan dari segi pembiayaan biaya yang dikeluarkan pada metode Rail Climbing System (RCS) lebih besar dari metode konvensional dengan selisih Rp. 5.419.695 serta diperoleh tingkat efisiensi biaya sebesar 6.75%. Dari segi efektivitas waktu pekerjaan metode Rail Climbing System (RCS) dinilai lebih efektif dengan selisih waktu 1 5 hari dan memperoleh persentase tingkat efektifitas waktu pekerjaan sebesar 60%.