Skripsi
Perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar-dasar teknik mesin antara yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning dengan ekspositori di SMK Brantas Karangkates / Kiky Mega Novella
Abstrak
Hasil belajar merupakan gambaran tentang bagaimana siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hasil belajar bisa berupa output nilai yang berbentuk angka bisa juga berbentuk huruf yang didapat siswa setelah menerima materi pembelajaran melalui sebuah tes atau uilan yang disampaikan guru. Dalam proses pembelajaran hasil belajar mempunyai peranan penting karena digunakan untuk mengetahui pengetahuan siswa dalam menerima materi. Untuk mencapai hasil belajar yang baik maka guru harus memiliki stategi pembelajaran yang tepat yaitu dengan penggunakaan model pembelajaran. Peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan espositori dalam mata pelajaran dasar-dasar teknik mesin di SMK Brantas Karangkates. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar-dasar teknik mesin antara model Problem Based Learning dengan model ekspositori. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan tes (post-test). Post-test yang digunakan dalam bentuk soal pilihan ganda (multiple choice). Tujuh puluh dua siswa dipilih sebagai peserta penelitian dan dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen. 35 siswa tergabung dalam kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan model Problem Based Learning sementara 37 siswa tergabung dalam kelompok kontrol dengan perlakuan model ekspositori. Untuk uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas sedangkan untuk analisis data menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil pre-test kelas eksperimen dan kontrol memiliki rata-tata yang sama sebesar 49 57. Hal ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara dua kelas tersebut. Pada hasil post-test kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 80 57 dengan simpangan baku 11 361 sedangkan untuk kelas kontrol nilai rata-rata sebesar 66 49 dengan simpangan baku 10 197. Dengan ini selisih kelas eksperimen dan kontrol sebesar 14 08 menyatakan bahwa kelas ekperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Pada uji normalitas nilai signifikasi post-test kelompok eksperimen 0 094 dan post-test kelompok kontrol 0 187 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan untuk uji homogenitas nilai signifikasi adalah 0 661 dapat dikatakan bahwa data bersifat homogen. Pada uji independent sampe T-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0 000 lt 0 05 maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dalam penelitian in dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa mata pelajaran dasar-dasar teknik mesin yang diajar dengan model Problem Based Learning dengan ekspositori di SMK Brantas Karangkates.