Skripsi
Pengembangan modul digital interaktif terprogram bermuatan challenge based learning untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Siswa kelas x SMK Negeri 2 Singosari. / Anidia Wualan Sari
Abstrak
Simulasi dan Komunikasi Digital merupakan salah satu mata pelajaran pada Dasar Program keahlian yang harus ditempuh peserta didik kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika. Kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital penting ditumbuhkan agar siswa mampu berkreasi mengembangkan sikap inisiatif memecahkan masalah eksplorasi dan komunikasi konsep pengetahuan tentang pengoprasian berbagai aplikasi. Media pembelajaran yang diberikan oleh guru masih belum sesuai dengan perkembangan teknologi yang lebih menuju ke tampilan visual yaitu multimedia berupa teks dan gambar yang dioprasikan menggunakan perangkat komputer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah pengembangan modul digital interaktif terprogram simulasi dan komunikasi digital bermuatan challenge based learning untuk meningkatkan critical thinking skills siswa kelas X SMK negeri 2 Singosari Model pengembangan media pembelajaran modul digital interaktif ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap pokok yaitu Analisa Desain Pengembangan Implementasi dan Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh validator ahli media ahli materi. Uji coba media pembelajaran dilakukan secara perorangan kepada 2 orang siswa uji coba kelompok kecil kepada 13 orang siswa dan uji coba lapangan kepada 30 orang siswa. Modul digital interaktif terprogram bermuatan Challenge Based Learning untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil validasi media sebesar 90 9% kategori sangat valid validasi materi sebesar 92% kategori sangat valid uji coba kelompok kecil sebesar 80 6% kategori vali dan uji coba lapangan sebesar 82 7% kategori sangat valid. Tingkat pertumbuhan kemampuan berpikir siswa setelah menggunakan modul semakin meningkat sebesar 80% kategori baik. Atas dasar hasil penelitian yang telah diuraikan dapat disimpulkan pengembangan media pembelajaran berupa modul digital dinyatakan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital dan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi tahap pra produksi. Modul digital yang dikembangkan dapat digunakan dan membutuhkan koneksi internet untuk memutar video tutorial.