UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Model bimbingan kelompok kolaboratif virtual dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja / Juliana Hindradjat

Hindradjat, Juliana - Nama Orang;

Abstrak
Fenomena Lesbian Gay Biseksual dan Trasngander (LGBT) semakin marak ditandai dengan legalitas pernikahan sesama jenis di berbagai negara dengan sebaran yang cepat sebagai dampak kemajuan teknologi yang memudahkan mengakses informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Keberadaan kelompok LGBT di Indonesia ditandai munculnya berbagai kasus terkait LGBT serta tingginya jumlah orang dengan HIV positif termasuk di Kota Bandung yang sebagian besar didominasi kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki/gay. Berbagai penelitian menyoroti bahaya perilaku seksual tidak sehat dan hubungan sesama jenis bagi masa depan remaja. Oleh karena itu diperlukan layanan pencegahan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekaitan perilaku seksual sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model Bimbingan Kelompok Kolaboratif Virtual (BKKV) dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja. Nilai-nilai Pancasila yang termuat dalam model BKKV ini mencakup kelima sila dari Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah tahapan pengembangan dari Borg dan Gall yang meliputi (1) pencarian dan pengumpulan data (2) perencanaan (3) pengembangan draft produk (4) uji coba lapangan awal (5) revisi produk awal (6) uji coba lapangan utama (7) revisi produk hasil uji (8) uji coba pelaksanaan lapangan (9) penyempurnaan produk akhir dan (10) diseminasi dan implementasi. Subjek penelitian pada tahap uji coba lapangan awal terdiri dari 2 ahli BK 2 ahli Pancasila 2 ahli media 2 calon pengguna guru BK 2 calon pengguna guru biologi 2 calon pengguna guru pendidikan agama dan 2 calon pengguna guru pendidikan kewarganegaraan. Subjek penelitian adalah 36 remaja kelas X dari 3 SMA Negeri di Bandung. Pada tahap uji coba lapangan utama berjumlah 12 remaja SMAN 3 sedangkan pada tahap uji lapangan operasional berjumlah masing-masing 12 remaja dari SMAN 19 dan SMAN 6. Pengumpulan data menggunakan Skala Perilaku Seksual Sehat Remaja Bermuatan Nilai Pancasila dan skala keberterimaan produk oleh ahli materi BK ahli media dan ahli Pancasila serta calon pengguna yang terdiri dari guru BK guru biologi guru agama dan guru pendidikan kewarganegaraan. Analisis data menggunakan uji Rasch model inter-rater-agreement dan uji Wilcoxon. Penilaian ahli materi BK ahli media ahli Pancasila maupun calon pengguna guru BK guru biologi guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru agama menunjukkan hasil bahwa model BKKV memiliki validitas yang sangat tinggi pada aspek ketepatan kegunaan kemenarikan dan kemudahan sehingga dapat disimpulkan bahwa model BKKV sangat tepat sangat berguna sangat menarik dan sangat mudah digunakan dalam pemberian layanan model BKKV dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan nilai Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja. Dengan demikian model dapat diterapkan kepada remaja untuk mengarahkan perilaku seksual sehat. Uji efektivitas menggunakan metode eksperimen pretest-posttest one group design dilakukan pada tiga sekolah di Bandung yaitu SMAN 3 SMAN 19 dan SMAN 6. Eksperimen di SMAN 3 dan SMAN 19 mendapatkan hasil dari uji Wilcoxon dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.002Asymp. Sig. (2-tailed) 0.004dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja. Hasil analisis menunjukkan model BKKV dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja terbukti efektif. Kendati perilaku seksual sehat remaja sebagian besar termasuk kategori tinggi namun masih ada yang berada pada kategori sedang bahkan rendah yang perlu mendapat perhatian. Validitas eksternal penelitian ini perlu didiskusikan lebih lanjut karena desain yang digunakan masih memiliki kelemahan antara lain tidak adanya kelompok pembanding dalam uji efektivitas model. Ancaman validitas eksternal desain masih sulit dikendalikan tidak menutup kemungkinan perubahan skor posttest subjek terjadi bukan hanya akibat perlakuan melainkan faktor lain di luar perlakuan seperti informasi yang diperoleh melalui media internet aturan atau norma terkait perilaku seksual yang diperoleh dan diinternalisasi selama waktu bersamaan dengan perlakuan tapi bersumber bukan dari perlakuan serta kesadaran diri yang bersumber dari kematangan kognitif remaja. Guru BK disarankan menambah pengetahuan dan keterampilan untuk menggali norma-norma dan nilai-nilai kearifan lokal yang cocok digunakan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling sesuai konteks Indonesia sehingga remaja dapat difasilitasi untuk mengembangkan identitas orientasi seksual dan perilaku seksual yang sehat sejalan norma nilai pandangan hidup adat istiadat dan kepribadian bangsa Indonesia. Para kolaborator disarankan mengelaborasi perilaku seksual sehat lebih lanjut sesuai bidang keahliannya masing-masing dan bila memungkinkan untuk merancang produk sesuai bidang keahliannya. Tindak lanjut bagi remaja yang skor perilaku seksual sehatnya berada pada taraf sedang dan rendah perlu dilakukan. Selain itu Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) disarankan bekerja sama dalam upaya komprehensif untuk menanggulangi penyakit HIV positif sebagai dampak perilaku seksual tidak sehat pada remaja khusunya baik dalam hal pengobatan maupun pencegahannya. Penelitian lanjutan bisa dilakukan dengan skala lebih luas baik jumlah subjek dan jumlah sekolah maupun daerah yang berbeda serta modifikasi daring menjadi luring atau hybrid. Model BKKV dengan teknik klarifikasi nilai bermuatan Pancasila untuk mengarahkan perilaku seksual sehat remaja bersifat preventif namun remaja yang memiliki perilaku seksual sehat yang rendah maupun sedang membutuhkan tindakan kuratif untuk itu disarankan mengembangkan model konseling untuk mengatasi perilaku seksual tidak sehat pada remaja sebagai tindak lanjut.


Informasi Detail
DDC
Rd 155.3 HIN m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, 2023.
Deskripsi Fisik
xviii, 321 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00064/RD/23
Edisi
Desertasi (Pasca sarjana) - Universitas Negeri Malang 2023
Subjek
1. SEKSUAL, PRILAKU
2. BIMBINGAN DAN KONSELING - BIMBINGAN KELOMPOK KOLABORATIF
3. SEXUAL, BEHAVIOR

Pembimbing
1. Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.pd;2. Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.pd;3. Dr. Muslihati, S.ag, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik