Disertasi
Keefektifan konseling kelompok teknik symbolic modeling bermuatan budaya minangkabau untuk meningkatkan self-regulated learning mahasiswa / Hafiz Hidayat
Abstrak
Belajar di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk belajar lebih mandiri disiplin dalam mengatur waktu dan memiliki self-regulated learning yang tinggi. Namun pada kenyataannya banyak mahasiswa memiliki kemandirian yang rendah yang mengakibatkan mahasiswa tidak menyelesaikan studi tepat waktu yakni lebih dari 8 semester dan IPK dibawah 3 00. Ditemukan perilaku mencontek tidak masuk kelas dan tidak membuat tugas. Setelah itu dilakukan pengisian AUM PTSDL dan diperoleh bahwa mutu belajar mahasiswa tergolong rendah. Upaya peningkatan self-regulated learning melalui konseling kelompok symbolic modeling bermuatan budaya Minangkabau diharapkan akan mengubah nalar dan perilaku mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling symbolic modeling bermuatan budaya Minangkabau untuk meningkatkan self-regulated learning mahasiswa. Penelitian dilaksanakan eksperimen dengan menggunakan single subject design. Desain yang digunakan adalah Baseline ndash Intervensi ndash Maintenance. Subjek penelitian adalah 8 orang mahasiswa semester 5 Jurusan Bimbingan dan Konseling UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Data dikumpulkan menggunakan skala self-regulated learning pedoman observasi dan wawancara. Intervensi menggunakan konseling kelompok teknik symbolic modeling bermuatan budaya Minangkabau. Analisis data menggunakan analisis pemeriksaan visual grafis dengan memperhatikan perubahan level trend latency dan central tendency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelapan subjek pada tahap baseline memiliki pemahaman budaya Minangkabau yang cenderung stabil rendah. Pada tahap intervensi diberikan konseling kelompok teknik symbolic modeling bermuatan budaya Minangkabau. Tidak ada latency dan terjadi peningkatan level. Tingkat pemahaman budaya Minangkabau mahasiswa terus meningkat sampai sesi akhir tahap intervensi dan berdampak pada perubahan dari kategori rendah menjadi kategori tinggi. Selanjutnya pada tahap maintenance intervensi tidak diberikan dan terjadi peningkatan level. Pola ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan sebelumnya berhasil atau efektif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok teknik symbolic modeling bermuatan budaya Minangkabau memiliki pengaruh terhadap peningkatan self-regulated learning mahasiswa. Oleh sebab itu konselor perguruan tinggi hendaknya dapat menerapkan pendekatan ini untuk meningkatkan self-regulated learning mahasiswa. Pada penelitian ini melihat nilai-nilai budaya Minangkabau memiliki pengaruh terhadap keefektifan konseling kelompok teknik symbolic modeling maka disarankan untuk selanjutnya meneliti pengaruh konseling kelompok teknik symbolic modeling di kolaborasikan dengan nilai-nilai budaya daerah lain seperti Batak Jawa Bugis serta konselor perguruan tinggi untuk menggunaan teknik lain dalam membantu mahasiswa untuk meningkatkan self-regulated learning dalam belajar.