Tesis
Berpikir kreatif siswa SMK dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi deret bilangan ditinjau dari gaya belajar / Haris Asri Candra Dewi
Abstrak
Kreativitas merupakan suatu hal yang penting untuk dimiliki terutama dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang bersifat tidak terduga dan tidak dapat diselesaikan dengan cara biasa. Apalagi untuk menghadapi era revolusi industry 4.0 saat ini di mana teknologi informasi memiliki peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya diperlukan persiapan khusus yang perlu dibekalkan agar anak didik kita mampu bertahan hidup serta berkompetisi salah satunya adalah kreativitas. Kreativitas sendiri merupakan hasil dari berpikir kreatif seseorang. Berpikir kreatif merupakan suatu proses mental yang digunakan seseorang untuk memunculkan suatu ide atau gagasan dengan fasih fleksibel dan baru. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi berpikir kreatif siswa diantaranya perbedaan berpikir kreatif dan gaya belajar siswa. Gaya belajar sendiri merupakan kecenderungan seseorang dalam menerima menyerap dan memproses informasi. Untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif seseorang dapat dilakukan dengan pemberian soal open-ended yang mempunyai banyak solusi atau strategi penyelesaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berpikir kreatif siswa SMK dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi deret bilangan ditinjau dari gaya belajar. Gaya belajar yang dimaksud adalah gaya belajar visual auditorial dan kinestetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai komponen berpikir kreatif yang meliputi fluency (kelancaran) flexibility (keluwesan) dan originality (kebaruan) dari hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi deret bilangan. Penelitian ini dilakukan pada 3 siswa dari 19 siswa kelas XII SMK Cendika Bangsa materi deret bilangan. Subjek penelitian dikategorikan menjadi tiga yaitu (1) siswa dengan gaya belajar visual (2) siswa dengan gaya belajar auditorial dan (3) siswa dengan gaya belajar kinestetik. Instrumen penelitian berupa angket gaya belajar dan tes berpikir kreatif berupa soal open-ended dan pedoman wawancara. Data penelitian diperoleh dari hasil tes soal open-ended dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memenuhi indikator berpikir kreatif fluency (kelancaran) dan flexibility (keluwesan) tetapi tidak memenuhi indikator originality (kebaruan) sehingga memiliki tingkat berpikir kreatif 3 (kreatif). Siswa dengan gaya belajar auditorial memenuhi indikator berpikir kreatif fluency (kelancaran) dan flexibility (keluwesan) tetapi tidak memenuhi indikator originality (kebaruan) sehingga memiliki tingkat berpikir kreatif 3 (kreatif). Siswa dengan gaya belajar kinestetik tidak memenuhi indikator berpikir kreatif fluency (kelancaran) dan flexibility (keluwesan) dan originality (kebaruan) sehingga memiliki tingkat berpikir kreatif 0 (tidak kreatif).