Skripsi
Analisis tarif bus patas dan bus ekonomi berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada trayek Malang-Surabaya / Hasyimi Fikri Habiburrakhman
Abstrak
Terdapat berbagai permasalahan pada angkutan umum salah satunya adalah penetapan tarif angkutan umum. Kenaikan harga BBM yang terjadi secara langsung mengakibatkan naiknya biaya operasional kendaraan dan tarif bus. Pada saat ini tarif yang berlaku pada bus patas sebesar Rp40.000 00 sedangkan pada bus ekonomi sebesar Rp20.000 00. Agar permasalahan ini tidak berkepanjangan perlu dilakukan pembahasan mengenai analisis tarif bus patas dan bus ekonomi berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) pada trayek Malang-Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan nilai biaya operasional kendaraan bus patas dan bus ekonomi pada trayek Malang-Surabaya serta mendeskripsikan nilai tarif bus patas dan bus ekonomi trayek Malang-Surabaya berdasarkan biaya operasional kendaraan. Pada penelitian ini perhitungan BOK dan tarif dilakukan dengan menggunakan metode Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tahun 2002 (SK.687/AJ.206/DRJD/2002). Pada penelitian ini diambil 10 sampel bus dari 5 PO yang berbeda. Dari 10 sampel bus tersebut dibagi menjadi 5 bus ekonomi dan 5 bus patas Data dikumpulkan dengan metode survey on board dan wawancara. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai BOK rata-rata bus patas sebesar Rp12.381 94/bus-km lebih besar 28% dibanding bus ekonomi dengan nilai rata-rata BOK sebesar Rp9.801 57/bus-km. Nilai tarif rata-rata bus patas pada load factor 70% sebesar Rp32 753 19 sedangkan nilai tarif rata-rata bus ekonomi pada load factor 70% sebesar Rp20.459 62. Nilai tarif rata-rata bus patas pada jumlah penumpang aktual sebesar Rp37.956 42 nilai tarif rata-rata bus ekonomi pada jumlah penumpang aktual sebesar Rp19.297 59. Load factor BEP pada bus patas adalah 57 32% dan load factor BEP bus ekonomi adalah 71 61%. Nilai load factor terendah pada bus patas sebesar 39 6% load factor tertinggi sebesar 93 75% load factor rata-rata sebesar 60 42%. Pada bus ekonomi load factor terendah sebesar 65% load factor tertinggi sebesar 85% load factor rata-rata sebesar 74 22%.