Tesis
Makna tradisi upacara leliwet dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di Desa Wonokitri, Jawa Timur / Galih Mustofa Ari Prasetya
Abstrak
Pengetahuan dan kepedulian manusia terhadap lingkungan tidak berkembang secara spontan melainkan harus dipupuk sejak dini melalui aktivitas dunia nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penyebab utama kerusakan lingkungan adalah ketergantungan manusia terhadap lingkungan. Menumbuhkan karakter mengacu pada kepribadian seseorang yang mencakup pikiran perasaan dan sikap batin yang diciptakan sebagai konsekuensi dari kebiasaan berbicara beradaptasi dan bertindak dan merupakan kesesuaian dengan hukum atau norma. Masyarakat Tengger tetap memegang teguh aturan atau tradisi yang dianggap melindungi kebudayaan nenek moyang mereka. Budaya lokal memiliki peran dalam pembangunan karakter. Salah satu tradisi adat yang masih dijalankan adalah Leliwet. Pada upacara Leliwet mengandung makna makna kehidupan masyakat dalam kehidupan sehari hari. Metode dari penelitian ini adalah penelitian etnografi. Penelitian dilakukan di desa wonokitri kecamatan tosari kabupaten pasuruan. Adapun informan penelitian yaitu dukun adat legen sesepuh perangkat desa budayawan dan masyarakat suku Tengger. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian diperoleh kondisi fisik wilayah Wonokitri mempengaruhi interaksi dan aktivitas masyarakat dalam bermata pencaharian. Makna tradisi Leliwet bagi masyarakat suku Tengger yakni 1) Leliwet dimakana sebagai identitas diri masyarakat Tengger 2) Leliwet dimaknai sebagai kehidupan penghuni Wonokitri yakni manusia flora fauna dan makhluk gaib/roh-roh leluhur dan 3) Leliwet dimaknai sebagai kehidupan sosial masyarakat suku Tengger. Implementasi makna dan nilai tradisi Leliwet dalam kehidupan masyarakat suku Tengger meliputi 1) makna dan nilai budaya meliputi warisan nenek moyang 2) makna dan nilai religi (keagamaan) meliputi ketuhanan dan doa penghayatan dan kepasrahan 3) makna dan nilai ekonomi rasa syukur dan 4) makna dan nilai sosial meliputi kekeluargaan kesamaan antar sesame disengkuyung