Disertasi
Pengembangan monograf anggrek merauke papua selatan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah keragaman tumbuhan / Kharisma Pammai
Abstrak
RINGKASAN Pammai Kharisma. 2014. Pengembangan Monograf Anggrek Merauke Papua Selatan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Keragaman Tumbuhan. Disertasi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati Al Muhdhar M.S. (II) Dr. Murni Sapta Sari M.Si. (III) Dr. Sueb M.Kes. Kata Kunci eksplorasi anggrek kabupaten merauke monograf anggrek merauke papua selatan hasil belajar Kabupaten Merauke merupakan salah satu di antara empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan yang terletak paling timur di wilayah nusantara. Kondisi geografis dan lingkungan yang mendukung di Kabupaten Merauke mengakibatkan wilayah ini memiliki kekayaan berbagai jenis flora salah satunya anggrek. Potensi anggrek yang besar di Kabupaten Merauke belum terinventarisasi dan teridentifikasi dengan baik di wilayah ini. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai keragaman anggrek di Kabupaten Merauke. Hasil penelitian tentang spesies anggrek dan keragamannya di Kabupaten Merauke dikembangkan dalam bentuk buku berupa monograf Anggrek Merauke Papua Selatan. Monograf Anggrek Merauke Papua Selatan yang termasuk dalam buku nonteks pelajaran dapat digunakan oleh pembaca dari semua kalangan dan semua jenjang pendidikan. Adanya monograf Anggrek Merauke Papua Selatan diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat dan berbagai kalangan dalam memahami keragaman anggrek di Kabupaten Merauke sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia sehingga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai potensi alam menjaga dan melestarikannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi keragaman spesies anggrek yang terdapat di Kabupaten Merauke (2) menghasilkan monograf Anggrek Merauke Papua Selatan untuk mahasiswa pada mata kuliah Keragaman Tumbuhan yang valid dan praktis serta (3) menguji monograf Anggrek Merauke Papua Selatan yang efektif yaitu dengan dikaitkannya bahan ajar dengan hasil belajar kognitif dan psikomotor. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengikuti model pengembangan ADDIE dari Branch (2009). Tahapan ADDIE memiliki 5 tahapan yaitu menganalisis (analyze) merancang (design) mengembangkan (develop) menerapkan (implement) dan mengevaluasi (evaluate). Tahap analyze dilakukan dengan menganalisis kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi riil yang terjadi di lapangan. Tahap design bertujuan untuk merancang monograf Anggrek Merauke Papua Selatan beserta perangkat pembelajaran dan instrumennya yang nantinya diajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Tahap develop dilakukan dua tahap yaitu penelitian eksplorasi keragaman anggrek dan pengembangan monograf perangkat pembelajaran serta instrumen hasil belajar mahasiswa. Pada tahap ini juga dilakukan proses validasi pada semua produk yang dikembangkan. Tahap implement dilakukan uji coba produk pengembangan pada mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Keragaman Tumbuhan untuk melihat keefektifan monograf Anggrek Merauke Papua Selatan yang dikembangkan dengan mengikuti sintaks pembelajaran yang mengacu pada model pembelajaran inkuiri terbimbing. Rancangan implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing dengan monograf Anggrek Merauke Papua Selatan menggunakan rancangan pra eksperimen (pre-experimental design) dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Tahap evaluate dilakukan untuk mengetahui kualitas produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan yang telah dikembangkan yaitu dengan memberikan angket pretes dan postes kepada mahasiswa. Subjek penelitian dilakukan pada kelompok mahasiswa sebanyak 20 mahasiswa S1 Pendidikan Biologi di Universitas PGRI Madiun (Unipma). Terdapat tiga uji yang digunakan untuk mengetahui kelayakan pemakaian monograf Anggrek Merauke Papua Selatan yang dibuat yakni uji kevalidan uji kepraktisan dan uji keefektifan. Uji keefektifan monograf Anggrek Merauke Papua Selatan menggunakan uji normalitas homogenitas uji N-gain score dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian tentang inventarisai keragaman anggrek di Kabupaten Merauke ditemukan 65 spesies anggrek yang terdiri dari 8 spesies anggrek terestrial dan 55 spesies anggrek epifit serta 2 anggrek natural hybrid dengan jumlah spesies terbanyak adalah genus Dendrobium dari 23 genus yang ditemukan. Selanjutnya pada hasil penelitian pengembangan diperoleh hasil pertama yang dilakukan yakni uji kevalidan dilakukan pada validator ahli materi ahli media dan praktisi Pendidikan Biologi yang memperoleh hasil bahwa produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan telah valid dan dapat diimplementasikan. Uji kedua yakni uji kepraktisan yang diberikan kepada mahasiswa dengan menggunakan angket respons kepraktisan mahasiswa. Berdasarkan uji kepraktisan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan sangat praktis. Setelah dilakukan uji kepraktisan maka dilakukan uji keefektifan. Hasil analisis data yang diperoleh dari uji keefektifan yakni produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan psikomotor dengan kategori keefektifan tinggi di setiap pertemuan yakni terjadi kenaikan. Hal ini dapat terjadi akibat nilai kompetensi yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor mahasiswa pada penelitian dan pengembangan ini dilatihkan di setiap langkah pembelajaran berdasarkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penunjang keberhasilan produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan efektif meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif dan psikomotor mahasiswa yakni karena produk monograf Anggrek Merauke Papua Selatan disusun melalui hasil dari penelitian lapangan yang ditampilkan dengan sajian informasi serta gambar yang menarik serta memiliki kevalidan isi secara tepat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa monograf Anggrek Merauke Papua Selatan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah Keragaman Tumbuhan telah valid praktis dan efektif. Monograf Anggrek Merauke Papua Selatan ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Madiun (Unipma) dengan baik.