Disertasi
Pendidikan informal dalam pewarisan budaya kerja: grounded theory pada masyarakat pemulung benowo Kota Surabaya. / Mustakim
Abstrak
Masyarakat pemulung merupakan masyarakat yang mengalami disfungsi sosial. Pemulung dipandang sebagai masyarakat yang lemah tidak mampu dan berpendidikan yang rendah. Pendidikan informal untuk anak pemulung di internal keluarga menjadi kebutuhan dasar dalam mempersiapkan generasi muda untuk hidup bermasyarakat. Pewarisan budaya kerja yang berlangsung secara informal menjadi pondasi dasar anak untuk hidup mandiri semangat bekerja resiliensi militansi dan memiliki keyakinan yang berorientasi pada hasil. Pendidikan informal memiliki sifat aditif dan transformatif sebagai pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini yakni (1) untuk mendeskripsikan menganalisis dan menemukan teori tentang ragam pendidikan informal pada masyarakat pemulung Benowo (2) mendeskripsikan menganalisis dan menemukan teori tentang faktor-faktor orang tua sebagai mentor menemukan minat dan kemauan anak-anaknya dan (3) mendeskripsikan menganalisis dan menemukan teori tentang unsur-unsur sistem pendidikan informal untuk pewarisan dan pengembangan kecakapan kerja pemulung di internal keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian grounded theory. Selama di lapangan peneliti melakukan life in mulai bulan Februari mdash Agustus 2022. Lokasi penelitian ini di kawasan tempat pemrosesan akhir (TPA) Benowo Kampung Pemulung Dusun Jawar Dusun Sumberrejo Dusun Kauman Asri Kecamatan Pakal Kota Surabaya. Sumber data penelitian primer keluarga pemulung dari wilayah Bojonegoro Lamongan Surabaya Bondowoso dan Madura. Untuk data sekunder dari Ketua Paguyuban Pemulung Human Resources Manager PT. Sumber Organik security dan penjaga warung. Penentuan informan ditentukan dengan kriteria purposive. Prosedur penelitian menggunakan teknik wawancara mendalam observasi partisipan dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif yakni (1) data condensation (2) data display dan (3) conclusions drawing/verifying. Analisis data dibantu dengan menggunakan aplikasi atlas.ti 9 dengan menggunakan (1) open coding (2) axial coding dan (3) selective coding. Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan (1) kredibilitas (2) dependability (3) confirmability dan (4) transferability. Hasil penelitian ini meliputi (1) ragam pendidikan informal pada masyarakat terdiri dari tujuh ragam pendidikan meliputi (a) pendidikan iman yang terwujud dalam kerohanian anak mengaji di mushala dan perbuatan baik (b) pendidikan moral tercermin dari nilai-nilai moral anak di masyarakat rasa percaya diri aktif berorganisasi di lingkungan kemandirian anak dan menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan (c) pendidikan fisik terwujud dalam ketahanmalangan sebagai pemulung semangat tidak mudah puas motivasi kerja dan dorongan untuk meraih cita-cita (d) pendidikan intelektual terwujud dari kemampuan skills attitude dan knowledge serta kemampuan dalam bernalar (e) pendidikan psikis terwujud dari pemikiran keluarga bahwa bekerja sebagai pemulung adalah ibadah panggilan jiwa bukan pekerjaan yang hina dan menerima dengan ikhlas sebagai takdir Allah Subhanahu wa ta ala (SWT) (f) pendidikan sosial terwujud melalui interaksi yang harmonis antara pemulung dengan masyarakat sekitar memiliki perilaku jujur dan bertanggung jawab dan (g) pendidikan ekonomi tercermin dari etos kerja militansi konsisten dalam pekerjaan dan memiliki semangat untuk maju (2) faktor-faktor orang tua sebagai mentor menemukan minat dan kemauan anak-anaknya meliputi (a) faktor predisposisi terimplementasi melalui proses transfer knowledge orang tua cara bertahan hidup cara belajar cara membaca peluang cara menyikapi kehidupan menghilangkan stigma negatif sebagai anak pemulung meminimalisir perasaan minder kemampuan dalam mengontrol diri dan berbicara yang sopan (b) faktor pendorong orang tua sebagai mentor terimplementasi di lingkungan keluarga dengan memberikan fasilitas belajar anak sesuai dengan kemampuan orang tua anak menerima dengan kekurangan orang tua dan orang tua memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan yang dicita-citakan selain itu lingkungan masyarakat juga berkontribusi melalui simbiosis mutualisme (3) unsur-unsur sistem pendidikan informal untuk pewarisan dan pengembangan kecakapan kerja di internal keluarga terwujud melalui pewarisan budaya kerja dan kompetensi kerja yakni (1) pewarisan budaya kerja yang terwujud melalui sistem organisasi sosial dalam bentuk paguyuban pemulung memiliki jalinan kekerabatan yang kental memiliki rasa empati saling tolong menolong dan saling support (2) kompetensi kerja yang terwujud dalam resiliensi memiliki keyakinan yang tinggi perasaan senang dan semangat bekerja yang tidak mengenal lelah. Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian ini maka dapat disarankan yakni (1) kepala bagian pengelolaan lingkungan hidup Kota Surabaya diharapkan memberikan program khusus peningkatan pendidikan anak pemulung sebagai isu prioritas perkotaan (2) Koordinator program pemberdayaan sosial ATENSI (Asisten Rehabilitasi Sosial) Kementerian Sosial diharapkan menjadi embrio baru program pemberdayaan masyarakat pemulung sebagai lanjutan program untuk mewujudkan anak-anak pemulung yang mandiri berpendidikan dan sejahtera (3) ketua lembaga Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) sebagai terbentuknya program pemberdayaan keluarga pemulung sebagai langkah anak pemulung naik kelas (4) Kepala Human Resources Manager PT. Sumber Organik sebagai mitra masyarakat pemulung diharapkan menciptakan program beasiswa anak pemulung program pendampingan orang tua sebagai mentor dan program peningkatan pengasuhan anak dan (5) ketua CV. Malikin Jaya selaku Paguyuban pemulung menjadi wadah dalam mensejahterakan masyarakat pemulung melalui program layanan pendidikan informal untuk anak pemulung dan program perilaku hidup bersih dan sehat.