Disertasi
Pengaruh servant leadership, kepercayaan, kepuasan kerja dan leader-member exchange terhadap organizational citizenship behavior dosen pada perguruan tinggi keagamaan kristen di Provinsi Jawa Timur / Zummy Anselmus Dami
Abstrak
Perilaku organizational citizenship behavior (OCB) menjadi aspek penting bagi para pemimpin dalam mendorong bawahan untuk berperilaku di luar persyaratan formal yang sedang mereka kerjakan. Para pemimpin telah diidentifikasi memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku OCB dosen. Namun servant leadership (SL) tidak selalu berdampak secara langsung terhadap pengikut dan organisasi (seperti OCB) karena harus melalui proses yang penting seperti kepercayaan kepuasan kerja dan leader-member exchange (LMX). Pengaruh SL terhadap OCB melalui kepercayaan kepuasan kerja dan LMX perlu ditindaklanjuti oleh karena (1) hasil penelitian yang kontradiksi menunjukkan bahwa SL tidak memiliki hubungan dengan organisasi pembelajaran. Penelitian yang kontradiktif tidak menunjukkan ada bukti hubungan positif langsung antara SL dan kinerja organisasi dan SL tidak memliki dampak terhadap kinerja pengikut. Penelitian sebelumnya menunjukkan ketidakkonsistenan penempatan kepercayaan sebagai outcome dari SL atau sebagai prediktor atau menggabungkan kepercayaan dan SL (2) tidak ada penelitian yang menguji dan mengukur variabel yang kompleks secara simultan meliputi SL (leader-related) kepercayaan (job-related outcome mediator) LMX (leader-related behavioral outcome) OCB kepuasan kerja (well-being outcome) dan (extra-role behavioural outcome). Secara khusus SL masih sedikit dilakukan dalam area job-related outcomes seperti variabel kepercayaan (3) studi sebelumnya di dominasi oleh non-penelitian (konseptual) dan kajian literatur dan belum ada yang secara langsung menguji secara kuantitatif dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Kristen dan (4) penelitian ini menggunakan enam teori secara simultan yang belum ditemukan dalam penelitian sebelumnya meliputi self-determination theory social consistency theory LMX theory social exchange theory role theory dan norm of reciprocity. Tujuan penelitian untuk menemukan (1) pengaruh SL terhadap OCB dosen (2) pengaruh SL terhadap kepercayaan dosen (3) pengaruh SL terhadap kepuasan kerja dosen (4) pengaruh SL terhadap LMX dosen (5) pengaruh kepercayaan terhadap OCB dosen (6) pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB dosen (7) pengaruh LMX terhadap OCB dosen (8) pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan kerja dosen (9) pengaruh LMX terhadap kepuasan kerja dosen (10) kepercayaan memediasi pengaruh SL terhadap OCB dosen (11) kepercayaan memediasi pengaruh SL terhadap kepuasan kerja dosen (12) kepuasan kerja memediasi pengaruh SL terhadap OCB dosen (13) LMX memediasi pengaruh SL terhadap OCB dosen dan (14) LMX memediasi pengaruh SL terhadap kepuasan kerja dosen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan prediktif. Variabel penelitian yang analisis dalam studi ini meliputi SL kepercayaan kepuasan kerja LMX dan OCB. Populasi berjumlah 455 dan berdasarkan hasil penentuan sampel dengan software G Power dan kriteria jumlah sampel penelitian berdasarkan analisis structural equation modeling ditemukan jumlah sampel 180 dosen dari 27 perguruan tinggi keagamaan Kristen di provinsi Jawa Timur. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dan jumlah anggota sampel di setiap area dihitung menggunakan rumus alokasi proporsional. Instrumen dari lima variabel yang digunakan diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Hasil uji PLS-confirmatory factor analysis setiap variabel menggunakan first dan second order model yang meliputi convergent validity internal consistency dan discriminant validity menunjukkan valid dan reliabel.Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling dengan klasifikasi outer model dan inner model. Penelitian ini mengevaluasi akurasi prediktif model melalui R2 dan effect size (f2) untuk mengetahui perubahan nilai R2 ketika konstruk eksogen tertentu dihilangkan dari model dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah konstruk yang dihilangkan memiliki dampak substantif pada konstruk endogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh langsung SL terhadap OCB dosen (2) ada pengaruh langsung SL terhadap kepercayaan (3) SL memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan kerja (4) SL memiliki pengaruh langsung terhadap LMX (5) ada pengaruh langsung kepercayaan terhadap OCB (6) kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap OCB (7) ada pengaruh langsung LMX terhadap OCB (8) ada pengaruh langsung kepercayaan terhadap kepuasan kerja (9) LMX memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan kerja (10) kepercayaan memediasi pengaruh langsung SL terhadap OCB (11) pengaruh langsung SL terhadap kepuasan kerja dapat dimediasi oleh kepercayaan (12) pengaruh langsung SL terhadap OCB dapat dimediasi oleh kepuasan kerja (13) LMX memiliki peran mediasi bagi pengaruh langsung SL terhadap OCB dan (14) LMX memediasi pengaruh langsung SL terhadap kepuasan kerja. Dosen perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pertumbuhan OCB di perguruan tinggi karena perilaku OCB dapat memotivasi dosen untuk berupaya secara ekstra di luar sistem penghargaan formal demi mempromosikan dan memberikan kontribusi positif pada efektivitas fungsi perguruan tinggi. Peningkatan kesadaran dapat dilakukan melalui mengikuti coaching agar memiliki keterampilan berefleksi pemahaman eksplorasi konsep dan terlibat dalam ruang kolaborasi. Dosen perlu mempersiapkan diri untuk mempelajari mengikuti seminar workshop dan program pelatihan kepemimpinan khususnya gaya SL dan sesegera mungkin menerapkannya dalam unit kerja paling kecil. Rektor/ketua perlu merancang program coaching bagi dosen dalam peningkatan kepercayaan kepuasan kerja LMX dan OCB. Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BPPTS) perlu mempersiapkan regenerasi kepemimpinan dengan menyiapkan pemimpin pelayan masa depan melalui pelatihan yang secara langsung untuk mendukung peningkatan perilaku SL. Direktur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dapat mendesain dan mengimplementasikan kebijakan terkait SL melalui merancang program lokakarya SL dengan mempersiapkan para fasilitator SL (FSL) baik nasional maupun daerah. Penerapan lokakarya SL dapat dilakukan di masing-masing provinsi bagi perguruan tinggi keagamaan Kristen di wilayah tersebut melalui peran fasilitator SL (FSL). Hasil penelitian menemukan ada tiga hipotesis yang dikategorikan jenis competitive mediation. Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan untuk menyelidiki mekanisme lain yang terkait dengan efek negatif dalam hubungan SL terhadap OCB. Variabel mediator yang dapat digunakan antara lain komitmen kreativitas efikasi diri dan iklim organisasi. Penelitian yang akan datang perlu melakukan pengujian komparasi antara perguruan tinggi keagamaan Kristen Islam Katolik Hindu dan Budha agar dapat melihat perbedaan penerapan SL kepercayaan kepuasan kerja LMX dan OCB dosen. Peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian tentang penerapan SL di perguruan tinggi negeri di masa yang akan datang.