Skripsi
Pembelajaran kejujuran dan toleransi warga belajar Sekolah minggu dengan model discovery learning di gereja pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung / Riris Dwi Puji Rahayu
Abstrak
Sekolah minggu merupakan salah satu layanan belajar di jalur pendidikan nonformal yang ditempuh oleh anak beragama Kristiani di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang bertempat di Gereja Pantekosta. Gereja Pantekosta Ngantru berdiri sejak 2 Juni 1978 di Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan proses pembelajaran kejujuran dan toleransi warga belajar sekolah minggu dengan model discovery learning di Gereja Pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung dan (2) mendeskripsikan hasil perkembangan warga belajar sekolah minggu selama mengikuti pembelajaran tentang kejujuran dan toleransi oleh pendidik dengan model discovery learning di Gereja Pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara observasi serta studi dokumentasi berdasarkan dokumen-dokumen yang ada. Model wawancara dilakukan dengan pendidik sekolah minggu dan warga belajar sekolah minggu sedangkan model observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan pembelajaran kejujuran dan toleransi yang dilaksanakan dengan model discovery learning di Gereja Pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran dengan model discovery learning memiliki serangkaian tahapan yaitu pendidik memahami karakteristik warga belajar selanjutnya pendidik memberikan stimulus dengan menggunakan media pendukung seperti alkitab modul dan lainnya kemudian dilanjutkan dengan mengasah kemampuan warga belajar untuk berpikir kritis dan sistematis dengan mengidentifikasi masalah yang diberikan pendidik yang selanjutnya diterapkan dengan cara praktik supaya dapat mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan menggabungkan dan men-generalisasi pengetahuan yang dimilikinya hingga pada proses penarikan kesimpulan. Aspek fasilitas dan dana operasional program sekolah minggu di Gereja Pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung berasal dari dana internal gereja dan (2) hasil perkembangan warga belajar sekolah minggu selama mengikuti pembelajaran tentang kejujuran dan toleransi dengan model discovery learning tidak lepas dari pengaruh lingkungan sekitarnya yang mampu menjadi role model bagi anak. Hasil perkembangan warga belajar pada sikap kejujuran bermanfaat untuk mengendalikan diri sendiri dalam berbicara berpikir dan bertindak seperti selalu berkata jujur apabila diberi pertanyaan maupun memberikan pernyataan. Selanjutnya pada hasil perkembangan sikap toleransi ialah warga belajar sudah memahami materi toleransi di sekolah minggu sejalan dengan praktik dan pengaplikasian bentuk toleransi di masyarakat secara langsung seperti mampu bergaul dengan teman yang berbeda agama dan turut serta dalam perayaan Hari Raya Natal bersama warga sekitar Gereja Pantekosta Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.