Tesis
Pengembangan media pembelajaran sastra bugis klasik berbasis webtoon untuk siswa SMA Sulawesi Selatan / Ade Yustina
Abstrak
Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran menjadi hal yang perlu dilakukan di era disrupsi teknologi saat ini. Di Era digital saat ini diharapkan tenaga pendidik menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan sebagai langkah menghadapi Era disrupsi teknologi dalam dunia pendidikan salah satunya dengan penggunaan media pembelajaran digital. Media pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran sastra selama ini masih terbatas pada tataran teoretis dan tes. Aspek-aspek yang dinilai masih dalam taraf pengetahuan. Media pembelajaran sastra hendaknya menekankan pada apresiasi siswa terhadap karya sastra. Oleh karena itu dikembangkan media pembelajaran berbasis webtoon yang dapat meningkatkan motivasi dan apresiasi siswa terhadap karya sastra. Webtoon yang dikembangkan merupakan transformasi epos I La Galigo yang merupakan salah satu karya sastra Bugis klasik yang sulit dipahami sehingga dibuat dalam bentuk sederhana sebagai media pembelajaran teks hikayat untuk siswa SMA. Selain untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa webtoon ini juga meningkatkan rasa cinta dan melestarikan kebudayaan lokal Tujuan umum penelitian dan pengembangan adalah untuk mengembangkan produk media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon untuk pembelajaran teks hikayat siswa SMA. Tujuan khusus penelitian dan pengembangan sebagai berikut (1) menghasilkan produk akhir media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon (2) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon dan (3) mendeskripsikan efektivitas penggunaan media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Reiser dan Molenda. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan yaitu (1) analysis (2) design (3) development (4) implementation dan (5) evaluation. Data penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tanggapan saran dan kritik yang bersumber dari ahli praktisi dan calon pengguna. Data kuantitatif ahli dan praktisi diperoleh dari hasil penilaian angket yang dilakukan pada uji kelayakan produk. Data kuantitatif calon pengguna diperoleh melalui skor hasil penggunaan media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon pada uji efektivitas. Pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket panduan wawancara lembar angket uji ahli dan praktisi dan lembar tes uji efektivitas. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data tersebut kemudian diperiksa kelengkapan identitas narasumber diklasifikasikan sesuai kriteria diuraikan bagian-bagian yang penting dan disajikan dalam bab hasil penelitian. Sementara analisis data kuantitatif dilakukan dengan cara mencari rerata setiap indikator penilaian kelayakan produk yang bersumber dari empat validator. Berdasarkan skor penilaian ahli terhadap media pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif kemudian diklasifikasikan dengan mencari rata-rata persentase seluruh aspek berdasarkan rumus Aiken rsquo s V. Data dianalisis statistik dengan Uji-t (uji perbedaan) untuk melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran webtoon terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa webtoon sebagai media pembelajaran sastra Bugis klasik khususnya pembelajaran teks hikayat pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Gowa. Webtoon yang dikembangkan berjudul petualangan Sawerigading diwarnai suka duka kisah pengembaraan yang dapat diunggah melalui aplikasi LINE Webtoon. Hasil uji ahli dan praktisi menunjukkan bahwa webtoon yang dihasilkan layak dari sisi isi sajian dan bahasa. Hasil analisis penilaian uji kelayakan oleh ahli media ahli materi ahli budaya dan praktisi menunjukkan bahwa tingkat kelayakan webtoon yang dihasilkan berada pada kategori sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa. Pada hasil uji kelayakan isi diperoleh skor rata-rata 0 70 dengan kategori layak hasil analisis penilaian uji kelayakan penyajian diperoleh skor rata-rata 0 72 dengan kategori layak. Adapun hasil analisis uji kelayakan bahasa memperoleh nilai rata-rata 0 70 dengan kategori layak. Hasil analisis penilaian respon siswa menunjukkan siswa sangat setuju bahwa webtoon menarik dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Webtoon yang telah teruji oleh ahli dan praktisi selanjutnya diimplementasikan kepada siswa sebagai media pembelajaran pada uji efektivitas. Berdasarkan hasil uji efektivitas diperoleh selisih rerata secara keseluruhan uji kemampuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 5 4. Setelah melakukan uji untuk melihat selisih rerata pada postes kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan Uji-t untuk memperkuat hasil simpulan dalam melihat adanya perbedaan rerata di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan Uji-t yang dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0 000. Ke semua hasil signifikansi di bawah 0 01 dan hal tersebut menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap kelas eksperimen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa webtoon efektif digunakan sebagai media pembelajaran sastra Bugis klasik terkhusus pada pembelajaran teks hikayat pada siswa kelas X SMA.