Skripsi
Peran ibu tunggal dalam pembentukan karakter tanggung jawab pada remaja (studi kasus di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo) / Zarin Nafasari
Abstrak
Karakter tanggung jawab merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh setiap remaja. Karakter tanggung jawab yang ada pada diri remaja akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan sehari-harinya. Proses pembentukan karakter pada anak yang baik tentunya tidak terlepas dari peran orang tuanya. Bagi orang tua tunggal khususnya single mother yang memiliki peranan ganda harus bisa membagi waktu antara bekerja dengan menjankan perannya sebagai seorang ibu untuk mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan seseorang menjadi ibu tunggal di Desa Pulung 2) Menjelaskan peran yang dilakukan ibu tunggal dalam membentuk karakter tanggung jawab pada remaja di Desa Pulung 3) Menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter tanggung jawab pada remaja di Desa Pulung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendektan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Informan dalam penelitian ini adalah ibu tunggal yang berdomisili di Desa Pulung dan memiliki anak usia remaja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif yang tahapannya terdiri atas pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa penyebab seseorang menjadi ibu tunggal adalah karena kematian pasangan dan juga perceraian. Proses pembentukan karakter tanggung jawab pada remaja peran yang dilakukan ibu tunggal diantaranya adalah dengan 1) Memberikan keteladanan dan pembiasaan pada kehidupan sehari-hari remaja. 2) Memberikan peraturan dalam bentuk batasan waktu bermain serta memberikan pendampingan pada kegiatan anak. 3) Memberikan motivasi berbentuk reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). 4) Memberikan fasilitas-fasilitas tertentu yang sesuai dengan kebutuhan remaja dalam mewujudkan sikap atau karakater tanggung jawabnya. Faktor-faktor yang menjadi pendukung ibu tunggal dalam pembentukan karakter tanggung jawab remaja meliputi faktor lingkungan teknologi dan motivasi intrinsic ibu tunggal. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi penghambat adalah faktor psikologis remaja lingkungan dan adanya keterbatasan waktu ibu tunggal bagi anak.