Skripsi
Dampak pengaruh penggunaan lahan terhadap indeks kualitas air di Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi / Rahmad Faizal
Abstrak
Sungai Bengawan Solo yang berada pada tiga titik pantau di Kabupaten Ngawi saat ini sedang mengalami kondisi penurunan kualitas air yang disebabkan oleh penumpukkan parameter pencemar yang melebihi batas ambang untuk peruntukkan baku mutu air. Pencemaran sungai yang terjadi belakangan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Status baku mutu air yang menurun dapat terjadi karena rusaknya lingkungan akibat aktivitas manusia. Penggunaan lahan dari aktivitas manusia dominan menyumbang kontaminan yang tinggi. Dalam upaya penurunan pencemaran yang terjadi Dirjen Sumber Daya Air mengeluarkan peraturan No QA/HDR/ANL/04/2011. Peraturan tersebut menjelaskan untuk menggunakan 3 metode dalam menentukan indeks kualitas air. Indeks Pencemar STORET CCME WQI serta pemanfaatan DTBP menjadi dasar dalam pemantauan indeks kualitas air berkelanjutan. Diketahui tingkat pencemaran yang terjadi pada ketiga titik pantau mengalami kondisi air yang buruk dan tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik menurut baku mutu air kelas 2. Tingginya kontaminan pencemar seperti BOD COD TSS Fosfat dan Fecal Coliform dapat mengganggu kesehatan manusia apabila sampai dikonsumsi manusia. Penggunaan aliran sungai yang sesuai adalah untuk peruntukan pertanian dan perikanan.