Skripsi
Penerapan pembelajaran microlearning menggunakan aplikasi discord terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran pemrograman dasar di SMK / Akhmad Syaiful Anwar
Abstrak
Dalam melakukan proses pembelajaran seorang pendidik dapat memilih dan menggunakan beberapa strategi metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakter siswa yang diajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap siswa yang menempuh mata pelajaran pemrograman dasar di SMKN 9 Malang dapat disimpulkan bahwa (1) siswa kurang menyukai pembelajaran dengan media konvensional seperti power point dan google classroom (2) minat belajar siswa rendah jika menggunakan media konvensional (3) siswa lebih menyukai belajar dengan menggunakan smartphone (4) siswa menyukai pembelajaran yang singkat jelas dan mudah dipahami (5) siswa banyak yang menggunakan discord untuk bermain game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan pembelajaran microlearning menggunakan discord dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X di SMK (2) perbedaan penerapan pembelajaran Microlearning dan model pembelajaran Inquiry Learning terhadap minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X di SMK (3) efektifitas penerapan pembelajaran Microlearning terhadap minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X di SMK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment (eksperimen semu) dengan tipe pretest posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X RPL SMKN 9 Malang. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji T dengan prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil belajar dan minat siswa lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 94 37 gt 86 84 dan 113 81 gt 105 00. Perbedaan hasil yang signifikan pada penerapan pembelajaran Microlearning dan model pembelajaran Inquiry Learning dengan nilai Sig(p) 0 000 lt 0 05 dan 0 002 lt 0 05 sehingga H0 ditolak Ha diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara penerapan pembelajaran Microlearning dan model pembelajaran Inquiry Learning (model pembelajaran yang biasa digunakan di sekolah). Siswa kelas eksperimen memiliki minat dan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sehingga bisa disimpulkan bahwa pembelajaran microlearning menggunakan discord efektif digunakan dalam pembelajaran.