Skripsi
Analisis parametrik nilai embodied carbon (CO2-e) pada bangunan berbasis beton bertulang / Julieta Eka Yudo Putri
Abstrak
Beton merupakan material penyumbang emisi karbon terbesar pada sektor konstruksi. Namun hingga saat ini belum ada penelitian yang menganalisis embodied carbon pada beton normal dengan variasi metode pencetakan tinjauan spesifik pada satu elemen struktur dan bangunan beton bertulang dengan variasi konfiguasi struktur. Tujuan penelitian ini yaitu dapat diketahuinya pengaruh variabel material dan desain beton balok beton bertulang dan bangunan beton bertulang terhadap nilai embodied carbon yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pertimbangan desain bangunan rendah emisi. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis parametrik menggunakan aplikasi berbasis Building Information Modeling yaitu Tekla Structural Designer 2022 Educational Version dan ICE Cement Mortar and Concrete Model ndash V1.1 Beta. Beton didesain dengan 5 variasi mutu dan 2 metode pencetakan. Balok beton bertulang didesain dengan tulangan tunggal kondisi rasio pembesian perlu dan rasio pembesian maksimum dengan 3 variasi rasio dimensi penampang (b/h) yaitu 1 3 1 2 dan 2 3. Bangunan beton bertulang didesain dengan 3 variasi elevasi kolom yaitu 3000 mm 3500 mm 4000 mm dan 3 variasi jarak antar kolom yaitu 3000 mm 4000 mm 6000 mm. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seiring bertambahnya mutu beton maka semakin besar pula embodied cabon yang dihasilkan. Beton dengan metode pencetakan pra cetak menghasilkan embodied carbon yang lebih besar dengan persentase selisih berkisar antara 7 6% - 9 51% pada mutu yang bersesuaian. Semakin besar rasio lebar terhadap tinggi balok (b/h) dan rasio pembesian yang digunakan maka semakin tinggi pula embodied carbon yang dihasilkan balok beton bertulang baik pada perhitungan teoritis dan pendekatan lapangan. Peningkatan embodied carbon pada setiap rasio dimensi penampang yang digunakan terhadap rasio pembesian berkisar antara 37-56% pada perhitungan teoritis dan 46-61% pada pendekatan lapangan. Semakin rapat dan tinggi elevasi kolom yang digunakan maka semakin besar embodied carbon yang dihasilkan. Pada bangunan beton bertulang tahap cradle-to-gate menghasilkan embodied carbon sebesar 49 69% tahap konstruksi sebesar 2 93% dan End of Life sebesar 4 30%.