Disertasi
Kombinasi tipe permasalahan dan penggunaan scaffolding pada pembelajaran berbasis masalah untuk mereduksi teori naif mahasiswa tentang hukum-hukum newton / Purbo Suwasono
Abstrak
ABSTRAK Tujuan umum penelitian adalah mengetahui strategi yang paling efektif dari tiga strategi yang diterapkan dalam mereduksi teori naif mahasiswa. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan secara umum teori naif yang tereduksi mengetahui bagaimana masing-masing strategi mereduksi teori naif terkait masing-masing Hukum Newton dan menemukan hal-hal yang krusial terkait reduksi teori naif mahasiswa pada materi Hukum-Hukum Newton. Untuk mengukur reduksi teori naif digunakan instrumen Force Concept Inventory (FCI). Setiap item FCI terdapat pilihan salah yang relatif mewakili teori naif mahasiswa. Setiap mahasiswa yang menjawab salah diberi skor 1 dan yang menjawab benar diberi skor 0. Selisih skor pretes dengan postes setiap mahasiswa merupakan skor reduksi teori naif mahasiswa. Skor reduksi teori naif ketiga kelas (Y1 Y2 dan Y3) diuji perbedaannya dengan statistik nonparametrik Kruskal Wallis. Sedangkan deskripsi secara umum teori naif yang tereduksi strategi mereduksi teori naif terkait masing-masing Hukum Newton dan hal-hal yang krusial terkait reduksi teori naif didapat dengan melihat pola pergeseran jawabannya dari pretes ke postes dengan menggunakan tabel crosstabulation dilanjutkan dengan wawancara. Dihasilkan pereduksian terbaik pada kelas Y1 yaitu kelas yang diajar PBL dengan permasalahan terbuka disertai scaffolding diikuti kelas Y2 kelas yang diajar PBL dengan permasalahan terbuka tanpa scaffolding dan kelas Y3 kelas yang diajar PBL dengan permasalahan tertutup disertai scaffolding. Teori naif yang tereduksi pada kelas Y1 adalah 1) tidak ada objek yang bergerak terus menerus dengan kecepatan konstan tanpa gaya konstan yang mendorongnya 2) gaya konstan menghasilkan kecepatan konstan dan 3) gaya yang diberikan oleh dua objek yang berinteraksi tidak selalu sama besarnya tetapi tergantung pada faktor lain seperti massa kecepatan dan keadaan gerak objek. Strategi pembelajaran di kelas Y1 paling efektif mereduksi teori naif mahasiswa karena 1) mahasiswa menyenangi permasalahan karena permasalahan berasal dari keseharian mahasiswa 2) mahasiswa terlatih untuk menggunakan berbagai cara dalam menyelesaikan permasalahan dan 3) kompleksitas terkait permasalahan dan bagaimana menemukan solusi di pandu dengan scaffolding konseptual dan procedural. Strategi pembelajaran di kelas Y2 cukup efektif mereduksi teori naif mahasiswa karena 1) mahasiswa menyenangi permasalahan karena permasalahan berasal dari keseharian mahasiswa 2) mahasiswa terlatih untuk menggunakan berbagai cara dalam menyelesaikan permasalahan tetapi 3) mahasiswa terjebak pada kompleksitas terkait permasalahan dan bagaimana menemukan solusi karena tidak di pandu dengan scaffolding konseptual dan procedural. Strategi pembelajaran di kelas Y3 paling tidak efektif dalam mereduksi teori naif mahasiswa karena 1) walaupun mahasiswa menyenangi permasalahan karena permasalahan berasal dari keseharian mahasiswa tetapi 2) mahasiswa kurang terlatih untuk menggunakan berbagai cara dalam menyelesaikan permasalahan karena sudah diarahkan pada cara tertentu untuk menyelesaikan masalah sehingga saat dihadapkan pada permasalahan baru mereka tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut dan 3) mahasiswa tidak membutuhkan scaffolding konseptual dan procedural karena sudah bisa menyelesaikan permasalahan. Penemuan hal-hal yang krusial terkait reduksi teori naif mahasiswa pada materi Hukum-Hukum Newton pada pembelajaran PBL adalah dosen harus merancang pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan permasalahan yang dialami mahasiswa dalam kehidupan sehari-harinya yang menjadi dasar mahasiswa dalam membangun teori naifnya. Scaffolding harus dikemas secara prosedural dan konseptual sehingga dapat mengembalikan teori naif mahasiswa tentang Hukum-Hukum Newton ke ide sentral mereka. Kata Kunci Permasalahan dalam PBL Scaffolding Teori Naif Hukum-Hukum Newton