Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi telegram pada materi sejarah sumpah pemuda Kelas xi IPS di SMA Muhammadiyah 3 Batu / Dia Anitiya Putri
Abstrak
Pengembangan media pembelajaran di SMA Muhammadiyah 3 Batu kurang diperhatikan sehingga terdapat beberapa permasalahan yaitu adanya kebosananan serta persepsi peserta didik dalam pembelajaran sejarah membosankan. Penggunaan media pembelajaran telah disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan memudahkan peserta didik. Media pembelajajaran berbasis aplikasi telegram telah dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan Sugiyono yang memiliki sepuluh tahapan yaitu (1) Potensi dan Masalah (2) Pengumpulan Data (3) Desain Produk (4) Validasi Desain (5) Revisi Desain (6) Ujicoba Produk (7) Revisi Produk (8) Ujicoba Pemakaian (9) Revisi Produk Final (10) Produksi Massal. Media yang dikembangkan untuk menghasilkan produk media pembelajaran yang memenuhi kelayakan sebuah produk media pembelajaran yaitu valid serta efektif. Tahapan uji validasi ada dua yaitu uji validasi materi dan media uji validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media tahapan uji efektivitas diimplementasikan pada peserta didik dengan mengisi angket tentang efektivitas media. Tahapan uji coba pada peserta didik dilakukan dengan dua tahapan yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar uji coba kelompok kecil melibatkan 5 peserta didik kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 3 Batu serta uji coba kelompok besar yang melibatkan 20 peserta didik kelas XI IPS. Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi telegram telah berhasil mengembangkan produk yang memenuhi kriteria valid serta efektif. Pada materi yang tercantum dalam media pembelajaran tersebut mendapatkan persentase kevalidan sebesar 95% sehingga terkategorikan sangat valid dan dapat dipergunakan tanpa revisi dan media pembelajaran tersebut mendapatkan presentase kevalidan sebesar 84 72% pada kelompok kecil maka terkategorikan cukup valid dan dapat dipergunakan dengan revisi kecil. Pada aspek keefektivan produk mendapat presentase sebesar 87 91% pada kelompok kecil sehingga hasil tersebut sangat layak untuk dipergunakan dan presentase sebesar 93 43% pada kelompok besar sehingga hasil tersebut terkategorikan sangat layak. Kemudian media ini dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dibuktikan dengan hasil angket minat belajar pada uji coba kelompok kecil sebesar 85% dan hasil analisis minat belajar peserta didik persentase sebesar 91%. Berdasarkan hasil tersebut media pembelajaran berbasis aplikasi telegram ini dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran yang valid layak dan efektif untuk dipergunakan di SMA Muhammadiyah 3 Batu.