Skripsi
Hubungan beban kerja mental dan karakteristik tempat tinggal dengan kelelahan kerja pada staff PT. X / ERMA AMALIA
Abstrak
National Safety Council (NSC) memaparkan bahwa sektor konstruksi berada pada tiga sektor tertinggi dengan keluhan kelelahan kerja yaitu sebesar 65%. Kelelahan kerja muncul akibat adanya beban kerja mental pada pekerja. Sebanyak 42 1% pekerja mendapatkan beban kerja mental berlebih (overload). Lingkungan sosial mampu mempengaruhi beban kerja mental pekerja salah satunya adalah karakteristik tempat tinggal. Perhatian secara langsung dari keluarga serta jarak tempuh menuju lokasi kerja akan menentukan keadaan mental yang dialami oleh pekerja tersebut. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja mental dan karakteristik tempat tinggal dengan Kelelahan Kerja pada staff PT. X. Metode penelitian menerapkan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan sampel yang didapatkan sebanyak 31 sampel melalui teknik total sampling. Uji korelasi menggunakan uji chi square dan didapatkan hasil terdapat hubungan antara variabel beban kerja mental dengan variabel kelelahan kerja (p 0 023). Namun tidak ditemukan hubungan antara variabel karakteristik tempat tinggal dengan variabel kelelahan kerja (p 1 000).