Skripsi
Evaluasi in vitro terhadap potensi senyawa metabolit sekunder alkaloid pada jamur endofit chaetomium sp. tcdc2 sebagai konstituen bioaktif antimikroba dan antioksidan / Ilham Arfiansyah
Abstrak
Resistensi antimikroba menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir akibat dari masalah yang hadir dalam pengobatan modern terhadap penyakit menular dengan agen antimikroba. Adapun reactive oxygen species (ROS) yang dikenal sebagai radikal bebas menyebabkan toleransi antimikroba pada beberapa mikroba patogen selama infeksi sistemik. Studi terbaru melaporkan isolasi dan identifikasi jamur endofit serta senyawa yang dihasilkan dapat menjadi sumber penting sebagai kandidat antimikroba dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas antimikroba dan antioksidan alkaloid yang diisolasi dari ekstrak jamur endofit Chaetomium sp. TCDC2. Metode pengujian antimikroba dilakukan dengan menentukan nilai KHM sampel senyawa isolasi terhadap paparan beberapa mikroba bakteri dan jamur sedangkan evaluasi antioksidan terhadap sampel senyawa yang sama ditentukan berdasarkan nilai AAI melalui peredaman radikal bebas DPPH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KHM dari senyawa alkaloid yang diisolasi dari Chaetomium sp. TCDC2 terhadap bakteri Mycobacterium smegmatis Staphylococcus aureus Escherichia coli dan jamur Candida albicans berturut-turut sebesar 3 13 micro g/mL gt 50 micro g/mL gt 50 micro g/mL dan 12 5 micro g/mL. Adapun nilai AAI untuk peredaman radikal bebas DPPH sampel yang sama tersebut sebesar 1 80. Secara in vitro baik KHM maupun AAI menunjukkan kategori potensi aktivitas yang cukup baik dan kuat sebagai antimikroba dan antioksidan berdasarkan klasifikasi yang diusulkan beberapa literatur.