Skripsi
Identifikasi isolat p6h tahan ion logam cu(ii) dan zn(ii) dari aliran kali porong sisoarjo menggunakan gen 16s rrna dan analisis potensinya sebagai agen remediasi pada limbah cair industri tekstil / Syafira Maharani
Abstrak
Limbah cair industri tekstil menyumbang pencemaran Cu(II) dan Zn(II). Ion logam tersebut dapat menimbulkan pencemaran pada lingkungan perairan sehingga terjadi penurunan kualitas air. Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan ini yakni melakukan bioremediasi menggunakan bakteri. Isolat bakteri indigenous yang diambil dari Kali Porong berpotensi sebagai agen bioremediasi. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa Isolat Bakteri P6H tahan ion logam Cu(II) dan Zn(II) termasuk bakteri Gram negatif basillus. Menindak lanjuti penelitian tersebut maka perlu dilakukan identifikasi bakteri tahan ion logam Cu(II) dan Zn(II) menggunakan 16S rRNA. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi isolat bakteri P6H dengan menggunakan 16S rRNA sehingga diketahui spesiesnya dan analisis naratif review potensi bakteri meremediasi ion logam Cu(II) dan Zn(II). Penelitian termasuk penelitian kualitatif dan dilakukan secara laboratoris dengan terdiri dari 6 tahapan utama yaitu (1) Konfirmasi Sifat Adaptif Isolat Bakteri P6H terhadap ion logam Cu(II) dan Zn(II) dengan menggunakan media padat NA dan visualisasi dengan menggunakan mikroskop (2) Isolasi DNA isolat bakteri P6H (3) Amplifikasi gen 16S rRNA menggunakan PCR (4) Sekuensing DNA bakteri isolat P6H (5) Konstruksi filogenetik dengan menggunakan software MEGA-X dan (6) Analisis naratif review potensi isolat P6H sebagai agen remediasi ion logam Cu(II) dan Zn(II). Berdasarkan analisis filogenetik diperoleh bakteri isolat P6H berkerabat dekat dengan Pseudomonas stutzeri strain W15. Pseudomonas stutzeri memiliki karakteristik bakteri Gram negatif basillus yang sesuai dengan karakteristik isolat P6H. Isolat bakteri P6H dengan Pseudomonas stutzeri strain W15 memiliki kemiripan (percent identity) sebesar 100%. Berdasarkan analisis naratif review diperoleh data terkait Pseudomonas stutzeri menyebutkan bahwa bakteri dengan Gram negatif dan basillus berpotensi dalam meremediasi ion logam Cu(II) dan Zn(II) karena memiliki kemampuan mengakumulasi ion logam secara ekstraseluler pada lipopolisakarida. Berdasarkan analisis naratif review pengikatan antara ion logam Zn(II) dengan bakteri terjadi pada saat proses metilasi dengan metilkobalamin sebagai zat pembentuk metil yang melibatkan perpindahan karbon ion. Sedangkan pengikatan antara ion logam Cu(II) dengan sel bakteri dilakukan dengan proses bioakumulasi yang terjadi di dalam sel oleh protein atau polipeptida.