Skripsi
Rekayasa sosial untuk mewujudkan solidaritas masyarakat pada program kampung tangguh semeru di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar / Umi Farah Nur Imama
Abstrak
Solidaritas sosial menjadi salah satu ujung tombak penanganan pandemi. Nilai ini diyakini mampu memberikan desain atas perilaku masyarakat untuk membangun kepedulian antar individu dan kelompok untuk secara bersama-sama saling berbagi dukungan selama mnghadapi situasi krisis. Pola-pola yang terbentuk pasca penerapan kebijakan menjadi pewarisan berharga khususnya dalam memberikan pembentukan solidaritas masyarakat sekalipun pandemi berada di penghujung waktu. maka dari itu ini menjadi tujuan menjelaskan kembali rekayasa sosial untuk mewujudkan solidaritas masyarakat pasca Kampung Tangguh Semeru di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar juga peran multi pihak yang terlibat beserta tantangannya dalam mendesain kebijakan Kampung Tangguh Semeru sehingga memunculkan solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara observasi dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan yairuadalah reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Selanjutnya teknik keabsahan data dalam penelitian ini yaitu dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian bahwa Kampung Tangguh Semeru merupakan rekayasa sosial yang sengaja dibuat di Desa Slemanan untuk mewujudkan solidaritas sosial dibuktikan dengan berbagai pogram Kampung Tangguh Semeru yang masih dilaksanakan hingga sat ini hal itu tidak lepas dari peran masyarakat dan stakeholder kemudian juga tantangan yang dihadapi masyarakat. Keberlanjutan kajian bertema rekayasa sosial tidak selalu dimaknai dengan suatu aktifitas negatif 1 sebagaimana teori yang banyak berkembang sekarang ini. Yang semata demi kepentingan terbatas. Sedangkan dalam kajian ini rekayasa sosial memiliki situasi yang baru. Melalui kajian inipeneliti menginsyafi bahwa untuk mengindentifikasi srta menggambarkan proses perubahan sosial yang dihasilkan melalui rekayasa sosial belum bisa dikatakan komprehensif dan detail. Sehingga perlu pengembangan kajian untuk melihat perubahan masyarakat yang terjadi seperti proses membangun presepsi masyarakat untuk percaya.