Skripsi
Analisis daya saing lulusan program keahlian teknik pemesinan SMK Negeri 2 Ketapang, Kalimantan Barat di dunia usaha dan dunia industri / Wahyu Mustika Rini
Abstrak
SMK menjadi sekolah menengah terbanyak dengan 14.265 unit dibandingkan SMA 14.236 unit dan madrasah aliyah (MA) sebanyak 9.827 unit. SMK menjadi sekolah menengah terbanyak di Indonesia sehingga menjadi penyumbang tertinggi pengangguran terbuka sebesar 11 13% pada tahun 2021. Hasil observasi di SMK Negeri 2 Ketapang Program Keahlian Teknik Pemesinan menunjukkan bahwa belum banyak lulusan yang langsung terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing lulusan program keahlian teknik pemesinan SMK Negeri 2 Ketapang Kalimantan Barat di DUDI yang dilihat dari aspek normatif aspek adaptif dan aspek produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang lulusan program keahlian TP yang bekerja di DUDI. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi wawancara dan analisis. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten dengan teknik pengecekan data menggunakan triangulasi sumber. Temuan penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga yaitu aspek normatif aspek adaptif dan aspek produktif. Setiap aspek memiliki indikator hasil yang dijadikan sebagai temuan penelitian. Indikator aspek normatif terdiri dari pengelolaan emosi yang baik menghargai dan menghormati antar rekan kerja tidak gegabah dalam memutuskan sesuatu serta fokus dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Indikator aspek adaptif adalah keluar dari zona nyaman menerima tantangan baru memiliki rencana untuk karir serta menguasai keahlian baru dan terbuka dengan perubahaan. Sementara indikator aspek produktif adalah meningkatkan kemampuan praktek saat magang fokus praktek las dan bubut meningkatkan hard skills dalam bekerja dan waktu tunggu lulusan yang bervariasi. Akhirnya ini dapat disimpulkan bahwa lulusan yang berdaya saing tinggi harus memenuhi tiga aspek. Disisi lain SMK Negeri 2 Ketapang perlu berperan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik agar memiliki daya saing tinggi di DUDI dengan cara menerapkan indikator-indikator dari aspek normatif aspek adaptif dan aspek produktif. Aspek normatif dapat dititipkan kepada guru yang mengajar matapelajaran pendidikan agama pendidikan kewarganegaraan bahasa indonesia pendidikan jasmani dan rohani dan seni budaya. Sedangkan untuk aspek adaptif dapat diimplementasikan pada mata pelajaran kewirausahaan bahasa inggris matematika fisika dan kimia. Kemudian aspek produktif dapat diterapkan untuk semua matapelajaran.