Skripsi
Hubungan faktor host dan environment terhadap derajat keparahan pneumonia pada balita di Provinsi Jawa Barat (analisis data riskesdas 2018) / Nadia Regita Ayu Cahyani
Abstrak
Kasus pneumonia di Provinsi Jawa Barat tahun 2018 menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia dengan prevalensi 58 80%. Sekitar 7-13% pasien pneumonia berat dengan risiko kematian tinggi pada anak membutuhkan perawatan intensif. Tren mortalitas akibat pneumonia yang tinggi dapat disebabkan karena adanya faktor penyebab penyakit berupa virus dan bakteri (agent) kondisi ketahanan tubuh pejamu (host) dan faktor lingkungan fisik maupun demografis (environment). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara faktor host dan environment terhadap derajat keparahan pneumonia balita. Metode penelitian menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Teknik analisis data menggunakan uji chi square fisher exact dan regresi logistik berganda. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.338 jiwa balita usia 12-59 bulan di Provinsi Jawa Barat sedangkan sampel sebanyak 132 responden yang sesuai kriteria inklusi dan tercatat di Riskesdas 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pada faktor host terhadap keparahan pneumonia yaitu prematuritas (p-value 0 042 OR 2 353) dan komorbiditas asma (p-value 0 036 OR 4 056) sedangkan faktor environment yang berhubungan signifikan dengan keparahan pneumonia yaitu kebiasaan membuka jendela rumah (p-value 0 021 OR 2 467). Terdapat perbedaan signifikan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) komorbiditas diare akut paparan asap rokok kondisi ventilasi rumah dan intensitas pencahayaan terhadap derajat keparahan pneumonia. Faktor paling dominan terhadap derajat keparahan pneumonia yaitu komorbiditas asma berisiko 4 9 kali lebih tinggi mengalami keparahan pneumonia pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat keterkaitan antara prematuritas komorbiditas asma dan kebiasaan membuka jendela terhadap derajat keparahan pneumonia.