Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran kerja bengkel pada mata pelajaran teknik kerja bengkel di kelas x jurusan mekatronika SMKN 8 Malang / Dewi Kumala Sari
Abstrak
Modul adalah bahan pembelajaran yang selalu disusun menurut kurikulum dan termasuk dalam program pendidikan kecil yang memungkinkan pembelajaran dalam proses belajar mandiri pada waktu-waktu tertentu. Pada jurusan Mekatronika SMKN 8 Malang belum ada alat kegiatan pembelajaran yang menunjang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran Kerja Bengkel untuk kelas X. Pengembangan modul pembelajaran menjadi penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Kerja bengkel adalah mata pelajaran yang mendukung semua pelajaran pekerjaan mesin. Materi yang disediakan di bengkel kerja menjadi dasar tugas yang akan dilakukan di industri seperti pengecatan dan penandaan mengikir memahat penggergajian penguliran tangan pembuatan lubang dengan alat sederhana berupa snei dan kegiatan lain yang melatih keterampilan peserta didik. Jenis penelitian yang akan diterapkan adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan terbagi menjadi dua secara garis besar terdapat penelitian dan pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar modul kerja bengkel ini menggunakan model pengembangan Borg amp Gall. Proses ini merupakan proses pengembangan dan penelitian yang digunakan untuk memperoleh produk menguji keefektifan produk dengan tingkat pengembangan produk baru serta meningkatkan produk saat ini. Produk ini dirancang agar cocok untuk tujuan pendidikan. Dasar pemilihan model pengembangan Borg amp Gall adalah agar hasil produk bisa tinggi dan dapat ditingkatkan sehingga bisa disesuaikan dengan perkembangan di dunia akademik. Dalam pengembangan Borg amp Gall (1983) memiliki 10 tahapan yaitu penelitian dan pengupulan data perencanaan pengembangan draft produk awal uji coba lapangan awal revisi hasil uji coba uji coba lapangan produk utama revisi produk uji coba lapangan skala luas/uji kelayakan revisi produk akhir deseminasi dan implementasi. Model Borg amp Gall memiliki banyak pengujian dan metode penelitian ketika digunakan dalam penelitian ini terdapat 3 metode pengujian dan 3 metode revisi dalam model tersebut. Subjek uji coba adalah 70 peserta didik kelas X Program Keahlian Mekatronika dari dua kelas. Uji validasi dibagi menjadi dua yakni uji validasi materi dan validasi media. Uji validasi materi dilakukan oleh validator ahli materi dari Dosen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yaitu bapak Basuki dan guru Pengampu Mata Pelajaran KBGT SMKN 8 Malang yaitu bapak A. Syaifuddin. Uji validasi media dilakukan oleh validator ahli media dari Dosen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yaitu bapak Agus Suyetno dan guru yang serumpun dengan jurusan mekatronika SMKN 8 Malang yaitu bapak Soni Subakti. Hasil validasi ahli materi yang dilakukan oleh dosen dan guru pengampu mata pelajaran Kerja Bengkel diperoleh hasil persentase sebesar 96%. Validasi media yang dilakukan oleh dosen dan guru pengajar jurusan Mekatronika SMKN 8 Malang diperoleh hasil persentase sebesar 95%. Uji coba kecil yang dilakukan oleh 8 peserta didik diperoleh hasil persentase sebesar 86 5%. Uji coba besar yang dilakukan oleh 70 peserta didik dari dua kelas diperoleh hasil persentase sebesar 90 3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan sangat baik dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran kerja bengkel.