Skripsi
Pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik ekoenzim dari limbah kulit kopi robusta (coffea robusta) dengan sumber karbon molase / Hilal Mulyadi
Abstrak
Indonesia merupakan negara penghasil kopi dengan produksi kopi mencapai 762 38 ribu ton pada tahun 2020. Hal ini menimbulkan permasalahan limbah kulit kopi yang hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan memiliki nilai jual rendah. Maka dilakukan penelitian optimasi pembuatan ekoenzim limbah kulit kopi sebagai upaya pemanfaatan limbah tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan fermentasi pembuatan ekoenzim yang dilakukan secara triplo uji total fenol uji organoleptik uji fitokimia serta uji antibakteri. Variasi lama waktu fermentasi dilakukan selama 2 3 dan 4 bulan. Uji total fenol dilakukan dengan metode Folin-ciocalteau. Uji antibakteri dari eco enzyme ini dilakukan dengan metode Disc Diffusion Agar terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah secara umum ekoenzim memiliki warna cokelat kehitaman dengan aroma manis khas madu memiliki nilai rata-rata pH pada bulan ke-2 sebesar 3 89 plusmn 0 099 pada bulan ke-3 sebesar 3 8 plusmn 0 07 dan pada bulan ke-4 sebesar 3 85 plusmn 0 058. Nilai rata-rata uji fenol pada bulan ke-2 sebesar 177 318 plusmn 18 642 ppm pada bulan ke-3 sebesar 168 076 plusmn 35 315 ppm dan pada bulan ke-4 sebesar 144 136 plusmn 36 667 ppm. Berdasarkan uji fitokimia ekoenzim kulit kopi terbukti mengandung senyawa tanin. Aktivitas antibakteri dengan daya hambat maksimal terdapat pada ekoenzim dengan waktu fermentasi 2 bulan sebesar 1 423 plusmn 0 214 cm terhadap bakteri E. coli dan 1 433 plusmn 0 058 cm terhadap S. aureus.