Disertasi
Pengaruh strategi pembelajaran creative problem solving pada konteks blended learning dan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa / Nurrijal
Abstrak
Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif sangat penting untuk dikembangkan pada proses pembelajaran khususnya di perguruan tinggi. Hal ini untuk mendorong mahasiswa mampu menghadapi situasi pemecahan masalah praktis dan kompleks dalam dunia kerjanya. Namun demikian kemampuan berpikir ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempengaruhi cara belajar mahasiswa. Sebab mutu pembelajaran di perguruan tinggi masih mengutamakan pencapaian konten. Daripada memilih strategi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah serta kompetitif dengan karakteristik gaya kognitif setiap mahasiswa yang merupakan kekuatan prediktif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Peran aktif dari dosen sangat diperlukan untuk memfasilitasi proses belajar dengan memilih strategi dan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pada mahasiswa. Fokus penelitian ini bertujuan (1) Menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru yang diajar menggunakan strategi pembelajaran CPS dengan strategi pembelajaran PEDATI pada konteks blended learning. (2) Menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa calon guru yang memiliki gaya kognitif Field-Independent dan Field-Dependent. (3) Menguji interaksi antara strategi pembelajaran pada konteks blended learning dengan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru. (4) Menguji perbedaan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa calon guru yang diajar menggunakan strategi pembelajaran CPS dengan strategi pembelajaran PEDATI pada konteks blended learning. (5) Menguji perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa calon guru yang memiliki gaya kognitif Field-Independent dan Field-Dependent. (6) Menguji interaksi antara strategi pembelajaran pada konteks blended learning dengan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa calon guru. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment. Subjeknya adalah mahasiswa calon guru semester V Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Gorontalo yang memprogramkan mata kuliah produksi media pembelajaran. Penelitian ini dipilih dalam dua kelas yaitu satu kelas eksperimen (strategi pembelajaran CPS pada konteks blended learning) dan satu kelas kontrol (strategi pembelajaran PEDATI pada konteks blended learning). Penentuan kelas dilakukan secara klaster sesuai dengan kelas yang sudah terbentuk. Pembelajaran pada kedua kelas penelitian dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan dengan materi mendesain dan memproduksi media pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes esai kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif yang terdiri dari pre dan post Test serta menggunakan instrumen Group Embedded Figure Test untuk mengukur gaya kognitif mahasiswa calon guru. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis faktorial Multivariate Analysis of Variance. Hasil penelitian memperlihatkan (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara mahasiswa calon guru yang dibelajarkan strategi pembelajaran CPS dengan strategi pembelajaran PEDATI pada konteks blended learning. (2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa calon guru yang memiliki gaya kognitif Field-Independent dan Field-Dependent. (3) Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran pada konteks blended learning dengan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru. (4) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara mahasiswa calon guru yang dibelajarkan strategi pembelajaran CPS dengan strategi pembelajaran PEDATI pada konteks blended learning. (5) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa calon guru yang memiliki gaya kognitif Field-Independent dan Field-Dependent. (6) Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran pada konteks blended learning dengan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa calon guru.