Disertasi
Pengambilan keputusan mahasiswa pendidikan matematika dalam membuat masalah tipe higher order thinking skills / Suwarno
Abstrak
Higher-Order Thinking Skills (HOTS) sangat dibutuhkan pada abad 21 sehingga baik Kurikulum 13 ataupun Kurikulum Merdeka merekomendasikan adanya pembiasaan siswa terhadap HOTS. Namun penguasaan HOTS oleh siswa tergolong rendah begitu juga dengan kompetensi guru peserta PPG dalam merancang pembelajaran yang berbasis HOTS juga masih lemah. Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa pendidikan matematika untuk dapat membuat masalah HOTS sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berbasis masalah evaluasi dan pengayaan. Masalah tersebut dapat dikembangkan dari situasi/fakta yang ada di lapangan di sekitar kehidupan siswa yang aktual. Dalam membuat masalah HOTS pengembang masalah dituntut untuk dapat membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan konteks situasi dan keterampilan berpikir yang diperlukan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pengambilan keputusan mahasiswa pendidikan matematika dalam membuat masalah HOTS melalui penelitian kualitatif eksploratif. Subjek dipilih berdasarkan hasil penugasan pengembangan masalah HOTS C4 (menganalisis) dilanjutkan C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta). Tidak ada satupun calon subjek yang berhasil membuat masalah C6 sehingga ditetapkan tiga subjek (S1 S2 dan S3) yang dapat membuat masalah HOTS pada level C4 dan C5 yang terpilih dari lima puluh sembilan mahasiswa semester 6 dari UIN KHAS Jember dan Universitas Jember. Peneliti menggunakan lembar penugasan pengembangan masalah HOTS dan pedoman wawancara sebagai instrumen pendukung. Sebagai instrumen kunci peneliti melakukan wawancara mendalam berbasis tugas terhadap subjek untuk memperoleh informasi tentang pengambilan keputusan yang telah dilakukan. Uji kredibilitas penelitian dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan member check. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua jenis strategi pengambilan keputusan yaitu non kompensatori oleh S1 dan S3 serta strategi campuran oleh S2 dan S3. Berdasarkan perubahan strategi yang diajukan dalam membuat masalah C4 dan C5 terdapat tiga karakteristik pengambilan keputusan yang dilakukan subjek penelitian yaitu pengambilan keputusan konsisten non kompensatori oleh S1 konsisten campuran oleh S2 dan inkonsisten campuran-non kompensatori oleh S3. Pengambilan keputusan konsisten non kompensatori dilakukan oleh mahasiswa pendidikan matematika yang secara konsisten mengajukan strategi pengambilan keputusan menggunakan strategi non kompensatori baik dalam membuat masalah C4 maupun C5. Tahap mengenali masalah dan merumuskan ruang pengambilan keputusan melibatkan aktivitas memahami situasi dan merumuskan kriteria keputusan secara berurutan pada pengembangan masalah C4. Akan tetapi pada pengembangan masalah C5 terjadi pengulangan aktivitas memahami situasi setelah merumuskan kriteria keputusan. Tahap mengajukan strategi pengambilan keputusan menggunakan startegi non kompensatori yang melibatkan aktivitas membangkitkan ide mengklarifikasi ide dan menilai kewajaran ide secara lengkap pada tujuh langkah pangajuan dalam pengembangan masalah C4 dan pada empat langkah pengajuan dalam pengembangan masalah C5. Langkah-langkah tersebut diambil untuk menghasilkan sub-sub keputusan berkaitan dengan konten materi konteks/situasi dan keterampilan berpikir. Tahap review dan refleksi ketika pengembangan masalah C4 dan C5 hanya melibatkan aktivitas mereview terhadap produk keputusan dan tidak melakukan refleksi terhadap proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan konsisten campuran dilakukan oleh mahasiswa pendidikan matematika yang secara konsisten mengajukan strategi pengambilan keputusan menggunakan strategi campuran pada pengembangan masalah C4 maupun C5. Tahap mengenali masalah dan merumuskan ruang pengambilan keputusan ketika membuat masalah C4 dan C5 secara berurutan melibatkan aktivitas memahami situasi merumuskan kriteria keputusan dan kembali mengulang aktivitas memahami situasi. Tahap mengajukan strategi pengambilan keputusan tidak menggunakan aktivitas pengajuan strategi secara lengkap (terkadang tidak menggunakan aktivitas menilai kewajaran ide) pada sebelas langkah pangajuan dalam pengembangan masalah C4 dan pada delapan langkah pengajuan dalam pengembangan masalah C5 yang melibatkan strategi kompensatori dan non kompensatori. Tahap review dan refleksi ketika pengembangan masalah C4 dan C5 hanya melibatkan aktivitas mereview terhadap produk keputusan dan tidak melakukan refleksi terhadap pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan inkonsisten campuran-non kompensatori dilakukan oleh mahasiswa pendidikan matematika yang melakukan perubahan dalam mengajukan strategi pengambilan keputusan yaitu strategi campuran pada pengembangan masalah C4 dan menggunakan strategi non kompensatori pada pengembangan masalah C5. Tahap mengenali masalah dan merumuskan ruang pengambilan keputusan ketika membuat masalah C4 secara berurutan melibatkan aktivitas memahami situasi merumuskan kriteria keputusan dan kembali mengulang aktivitas memahami situasi. Akan tetapi pada pengembangan masalah C5 tidak terjadi pengulangan aktivitas. Tahap mengajukan strategi pengambilan keputusan tidak menggunakan aktivitas pengajuan strategi secara lengkap (terkadang tidak menggunakan aktivitas mengklarifikasi ide atau menilai kewajaran ide) pada delapan langkah pangajuan dalam pengembangan masalah C4 dan tujuh langkah pengajuan dalam pengembangan masalah C5 untuk menghasilkan sub keputusan konten materi dan situasi/konteks. Tahap review dan refleksi ketika pengembangan masalah C4 dan C5 hanya melibatkan aktivitas mereview terhadap produk keputusan dan tidak melakukan refleksi terhadap pengambilan keputusan.