Skripsi
Hubungan self-esteem dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession di Twitter / Michelle Thalia Roteng
Abstrak
Seiring dengan berkembangnya standar kecantikan di Indonesia popularitas skincare dan minat pembeliannya juga semakin meningkat. Perkembangan teknologi kemudian memberikan kemudahan bagi individu dalam menyebarkan dan menerima informasi terkait produk tersebut yang kemudian mempengaruhi individu dalam melakukan pembelian salah satunya adalah akun mention confession di Twitter. Terdapat beragam jenis mention confession di Twitter yang dibuat untuk topik diskusi dan informasi yang berbeda-beda salah satunya adalah akun ohmybeautybank yang terkait dengan produk skincare. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara self-esteem dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession di Twitter. Data dikumpulkan dengan kuesioner self-esteem milik Tafarodi dan Swann (2001) yaitu Self-Liking and Competence Scale-Revised (SLSC-R) dan skala impulsive buying milik Verplanken dan Herabadi (2001) yaitu Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS). Kuesioner kemudian disebarkan melalui media sosial dengan bantuan Google Form. Dari penyebaran kuesioner tersebut peneliti mendapatkan sebanyak 201 responden yang merupakan pengikut akun mention confession ohmybeautybank dan pembeli serta pengguna produk skincare. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS Statistics versi 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dimensi self-liking dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession ohmybeautybank di Twitter dan 2) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dimensi self-competence dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession ohmybeautybank di Twitter.