Skripsi
Kemampuan siswa sma menyelesaikan masalah program linear berdasarkan taksonomi solo ditinjau dari gaya belajar dan gender / Arifin
Abstrak
Kemampuan siswa Indonesia dalam menyelesaikan masalah cenderung kurang berdasarkan hasil PISA 2018. Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian karena banyak kondisi yang mengharuskan untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi siswa apalagi di era digital saat ini. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMA dalam menyelesaikan masalah program linear berdasarkan taksonomi SOLO ditinjau dari gaya belajar (visual audiotori kinestetik) dan gender. Subjek dari penelitian ini adalah satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan untuk masing-masing gaya belajar (visual audiotori kinestetik) di kelas XI salah satu SMA negeri Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket tes dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan berdasarkan model analisis data Miles and Hubermen yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah siswa bergaya belajar visual audiotori dan kinestetik menunjukkan perbedaan ketercapaian level ketika menyelesaikan masalah program linear yang berbeda (meminimumkan atau memaksimumkan). Siswa visual dan audiotori mencapai multistructural dan extended abstract. Siswa kinestetik mencapai multistructural dan relational. Siswa perempuan pada ketiga gaya belajar lebih mampu menyelesaikan masalah daripada siswa laki-laki. Peneliti menyarankan kepada guru untuk mengetahui gaya belajar siswanya agar dapat memberikan scaffolding yang sesuai sehingga menghasilkan output yang maksimal.