Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran proyeksi piktorial dan proyeksi orthogonal berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran gambar teknik mesin di SMK Negeri 6 Malang / Diki Prasetiyo Fernanda
Abstrak
Modul merupakan suatu bahan ajar yang berupa sebuah produk yang tersusun secara sistematis guna membantu siswa agar lebih mudah memahami target belajar yang akan dicapai. Berdasarkan hasil dari wawancara modul Proyeksi hanya digunakan oleh guru dan modul yang tersedia tidak sesuai dengan tujuan dan kondisi siswa yang mengakibatka kurangnya keaktifan dalam pelajaran Gambar Teknik Mesin. Ketidak sesuaian pada isi modul meliputi materi kurang lengkap dessain kurang menarik tidak didukung prosedur kerja yang rinci dan kurangnya keterlibatan gambar atau foto. Selain itu proses pembelajaran Gambar Teknik Mesin di kelas dalam penyampaian selama ini menggunakan metode ceramah dan penugasan namun metode tersebut kurang efektif jika digunakan pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin karana pada mata pelajaran tersebut cenderung melakukan praktik dalam memahami materi yang disampaikan. Oleh sebab itu siswa menjadi memiliki kendala dalam pemahaman materi. Proses pembelajaran merupakan hal yang penting dalam mendukung siswa untuk mendapatkan data gagasan keahlian dan penerapan ide. Suatu dasar proses belajar yang ideal adalah pembelajaran kontruktivisme yaitu Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajaran menggunakan metode CTL merupakan suatu pembelajaran yang menghubungkan mengenai isi pembelajaran melalui kehidupan nyata sehingga membuat siswa dapat mengaitkan melalui pengetahuan serta pengalaman dari sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi siswa pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin di SMK Negeri 6 Malang dibutuhkan adanya pengembangan modul Proyeksi berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Pengembangan modul Proyeksi berbasis CTL dikembangkan dengan model pengembangan Borg amp Gall (1983) yang telah dimodifikasi sesuai dengan kondisi penelitian. Prosedur penelitian dan pengembangan terdiri dari 9 tahap yaitu 1) studi pendahuluan yaitu mencari literatur yang relevan yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. 2) perencanaan desain produk yaitu pembuatan draft modul Proyeksi. 3) Pengembangan produk yaitu pengembangan interface coding testing publishing dan pemaketan sehingga pada tahap ini produk yang telah dirancang akan divalidasi pada para ahli yang relevan pada bidangnya. 4) Validasi ahli yaitu langkah awal untuk mengukur kelayakan produk modul yang dilakukan pada ahli media dan materi. 5) Uji coba kelompok kecil yaitu uji coba produk dilakukan pada 5 siswa yang menempuh matapelajaran Gambar Teknik Mesin kelas X SMK Negeri 6 Malang. 6) Revisi awal yaitu memperbaiki modul Proyeksi sesuai hasil saran dan masukan yang telah diperoleh dari uji coba kelompok kecil. 7) Uji coba kelompok besar yaitu uji coba produk dilakukan pada 30 siswa yang menempuh matapelajaran Gambar Teknik Mesin kelas X TPM 1 SMK Negeri 6 Malang. 8) Revisi akhir yaitu memperbaiki modul Proyeksi sesuai hasil saran dan masukan yang telah diperoleh dari uji coba kelompok besar. 9) Produk modul pembelajaran Proyeksi yaitu perbaikan saran dan masukan berdasarkan hasil penilaian validasi oleh ahli media dan ahli materi uji coba kelompok kecil dan besar. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan 1) hasil validasi ahli media 93.33 % (sangat baik) validasi materi 81.33 % (sangat baik) uji kelompok kecil 87.33 % (sangat baik) uji kelompok besar 88.66 % (sangat baik) sehingga modul pembelajaran Proyeksi dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin di SMK Negeri 6 Malang.