Skripsi
Implementasi life based learning melalui industrial work practice di SMK Turen Malang bidang pemesinan / Enggar Bagus Triatmoko
Abstrak
Abstrak Di era digital yang semakin maju ini pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan menjadi semakin penting khususnya d industry manufaktur. Penerapan Life based learning melalui industrial work practice merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan siswa dan mempersiapkan mereka untuk bekerja di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran mendalam tentang implementasi life based learning melalui industrial work practice di SMK Turen Malang program pemesinan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini data dapat dibagi menjadi dua yaitu primer adalah data dalambentuk kata-kata dari subjek berkaitan dengan topik penelitian dan data skunder berbentuk dokumen atau bahan tulisan serta dokumentasi foto kegiatan dokumen-dokumen sekolah yang menjadi objek penelitian di SMK Turen Malang. Narasumber yang dujadikan sumber data untuk menggali informasi mengenai life based learning melalui industrial work practice di SMK Turen Malang program pemesinan yaitu (1) Ketua industrial work practice (2) Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum (3) Kepala program keahlian teknik pemesinan dan (4) Guru pembimbing industrial work practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria industry sebagai lokasi LBL-IWP yang paling utama adalah harus sesuai dengan kompetensi diswa mempunyai peralatan dan mesin sesuai standart dan mudah dijangkau. Pelaksanaan LBL-IWP siswa dibekali buku induk siswa ntuk mencatat pekerjaan yang telah dikerakann. Mentoring dilakukan oleh guru pembimbing setiap bulan. Evaluasi implementasi LBL-IWP dilakukan dengan peberian sertifikat kepda siswayang telah melaksanakan kegiatan magang selama enam bulan secara baik. Evaluasi guru pembimbing yang dilakukan setiap akhir smester dengan mengupgrade skill gugu sedangkan evaluasi siswa dengan cara tes dari SMK dan pihak industry. Factor pendukung dalam implementasi LBL-IWP adalah sarana dn prasarana yang mendukung dukungan sekolah arahan pihak industry dan antusiasme orang tua. Tempat LBL-IWP di daerah turen hanya sedikit sehingga untuk pendistribusian siswanya sedikit susah.