Skripsi
Pengaruh latihan kombinasi terhadap perubahan kadar leptin pada perempuan obesitas / Krisna Wijaya Kusuma
Abstrak
Leptin berperan dalam mengatur metabolisme keseimbangan energi dan berat badan. Kadar leptin tinggi tidak dapat merangsang hilangnya massa lemak sehingga menyebabkan resistensi leptin yang sering dikaitkan sebagai penyebab obesitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar leptin diikuti dengan penurunan berat badan pada penderita obesitas adalah latihan. Tujuan studi ini adalah untuk membuktikan pengaruh latihan kombinasi terhadap perubahan kadar leptin pada perempuan obesitas. Total sebanyak 14 perempuan obesitas berusia 20-25 tahun IMT ge 25 kg/m2 (BFP) ge 30% tekanan darah sistolik dan diastolik normal denyut jantung istirahat normal ikut tergabung dalam penelitian yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (K1 n 7) dan kelompok intervensi latihan kombinasi (K2 n 7). Latihan dilakukan dengan intensitas sedang (60-70% HR max) untuk latihan aerobik selama 45 menit dan (60-70% 1-RM) 4 set 12-15 repetisi untuk latihan resistance frekuensi 3x/minggu selama 8 minggu. Kadar leptin diukur pretest dan posttest menggunakan metode ELISA Kit. Uji paired sample t-test digunakan untuk menganalisis data dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji paired sample t-test rata-rata kadar leptin antara pretest dengan posttest pada K1 1528 59 pg/mL (pretest) dan 1554 63 pg/mL (posttest) p 0 859 sedangkan pada K2 1520 71 pg/mL (pretest) dan 1260 84 pg/mL (posttest) p 0 000. Secara garis besar disimpulkan latihan kombinasi yang dilakukan dengan intensitas sedang (60-70% HR max) latihan aerobik dan (60-70% 1-RM) latihan resistance durasi 45 menit frekuensi 3x/minggu selama 8 minggu efektif untuk menurunkan kadar leptin secara signifikan.