Tesis
Penerapan art therapy melalui proses kreatif penciptaan lukisan untuk mengurangi tingkat stres mahasiswa Sekolah tinggi Agama Buddha Kertarajasa, Batu / Kadek Jaya Sumanggala
Abstrak
Pendidikan berupaya membentuk individu menjadi orang yang bermoral beretika dan memiliki intelektual sesuai dengan potensi dari individu. Beban belajar akan meningkat berbanding lurus dengan jenjang pendidikan. Kewajiban sosial dan akademik yang tinggi juga dapat berdampak pada tingkat stres mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas terapi seni dalam upaya menurunkan tingkat stres mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan mix method dengan one group design. Data kualitatif digunakan sebagai data primer dan kuantitatif dimaksudkan sebagai data bukan sebagai pengambilan hasil (sekunder). Empat subyek dipilih melalui purposive sampling dari kategori stres berat dengan spesifikasi dua laki-laki dan dua perempua setelah dilakukan pengukuran (DASS-42). Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penyusunan kesimpulan. Skala stres (DASS-42) digunakan sebagai analisis data kuantitatif. Temuan studi menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami stres dengan kategori 8 7% (8 mahasiswa) tergolong dalam keadaan normal 17 5% (16 mahasiswa) tergolong dalam ringan 49 4% (45 mahasiswa) tergolong stres sedang dan 24 1% (22) berada pada tingkat stres yang parah atau berat. Penyebab stres disebabkan oleh tuntutan akademik sekaligus pemuka agama yang menyebabkan banyaknya stres yang terjadi dikalangan mahasiswa STAB Kertarajasa. Pendekatan melalui pendampingan dan pemberian aktivitas melukis membantu mahasiswa mengurangi stres. Perbandingan lukisan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan analisis seni menunjukkan hal ini. Hasil lukisan menunjukkan bahwa setelah intervensi adanya perbedaan penggambaran tekanan akademik dan tekanan sosial pada mahasiswa di setiap lukisan. Hal ini dapat dilihat dari goresan tekstur bidang dan warna pada lukisan. Adanya perbedaan pisik emosional dan perilaku sebelum maupun sesudah mengikuti terapi seni melalui seni lukis. Subjek E.D. memiliki tingkat stres tertinggi skor total 33 menjadi 24 S yang awalnya total skor 31 menjadi 23 Selain itu P memiliki skor total 30 menjadi 19 sedangkan N.A. dengan skor total awal 29 menjadi 21.