Skripsi
Pengembangan e-modul berbasis android pada mata pelajaran pekerjaan dasar teknik mesin untuk siswa kelas X teknik pemesinan di SMK Turen / KHAMIM ASROFI
Abstrak
RINGKASAN Asrofi Khamim. 2023. Pengembangan E-Modul Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin Untuk Siswa Kelas X Teknik Pemesinan di SMK Turen. Skripsi Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Marsono S.Pd.T. M.Pd. Ph.D. Kata Kunci Pengembangan E-modul Android Pekerjaan Dasar Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenjang sekolah yang mana siswanya diarahkan agar mempunyai keahlian tertentu sehingga mata pelajaran yang diberikan berbeda dari mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Mata pelajaran yang diajarkan di SMK sangat bervariatif salah satu diantaranya adalah mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin. Penguasaan mata pelajaran ini dirasa sangatlah diperlukan guna menjadi dasar ilmu untuk melakukan praktik-praktik pemesinan dengan akurat. Berdasarkan observasi ditemukan masalah yaitu kesulitan dalam pemahaman materi pada Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin sehingga dirasa siswa membutuhkan bahan ajar yang dapat dijadikan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Mayoritas siswa memiliki smartphone dengan minimal spesifikasi android lollipop (OS 5.0) yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa. Selain itu proses pembelajaran yang berlangsung masih menerapkan ceramah. Pengembangan e-modul ini merupakan solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan e-modul Pekerjaan Dasar Teknik Mesin berbasis android untuk siswa kelas X Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Turen yang layak menurut kriteria kelayakan media pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul Pekerjaan Dasar Teknik Mesin berbasis android untuk siswa kelas X Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Turen yang layak menurut kriteria kelayakan media pembelajaran. Dalam pengembangan produk e-modul ini metode penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan ADDIE. Model tersebut mempunyai langkah-langkah (1) Analysis (2) Design (3) Development (4) Implementation (5) Evaluation. Model ADDIE dipilih dengan alasan model ini memberikan kesempatan peneliti untuk melakukan evaluasi terus menerus pada setiap fasenya tahapan pada model ADDIE sangatlah sederhana akan tetapi lebih sistematis. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan diperoleh data rata-rata skor 52 untuk ahli materi dan 83 untuk ahli media. Berdasarkan kriteria kelayakan hasil validasi tersebut termasuk dalam kriteria sangat layak untuk digunakan. Sedangkan hasil uji coba kelayakan pada kelompok kecil memperoleh rata-rata skor 100 75 yang termasuk dalam kategori sangat layak digunakan. Uji coba kelompok besar memperoleh rata-rata skor 100 20 sehingga skor tersebut dalam kriteria sangat layak. Dari hasil tersebut bisa diambil kesimpulan e-modul layak digunakan dalam proses pembelajaran.