Skripsi
Pengembangan media pembelajaran GERS (Game Rpg Sejarah) berbasis RPG maker MV pada materi peninggalan Majapahit di Situs Trowulan untuk kelas X SMK Mutiara Harapan Lawang / Goes Abdul Wahid
Abstrak
Pengembangan media pembelajaran Game RPG Sejarah ini didasari oleh potensi serta permasalahan pembelajaran di kelas X SMK Mutiara Harapan Lawang. Potensi yang ditemukan adalah fasilitas yang ada di sekolah terbilang lengkap serta peserta didik juga diperbolehkan untuk menggunakan smartphone dalam pembelajaran di kelas. Sedangkan permasalahannya yaitu penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan kurangnya pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah selain itu jam pembelajaran yang singkat tidak seimbang dengan pelajaran yang memiliki cakupan materi luas. Pengembangan media pembelajaran GERS (Game RPG Sejarah) sangat cocok untuk diterapkan pada pembelajaran karena media ini berbasis teknologi yang banyak digemari oleh peserta didik serta berupa game bergenre RPG yang memiliki banyak ilustrasi dan foto di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari media pembelajaran GERS (Game RPG Sejarah) pada materi peninggalan Majapahit di Situs Trowulan dalam pembelajaran sejarah di kelas X SMK Mutiara Harapan Lawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RnD (Research and Development) dengan model yang digunakan yaitu ADDIE (Analyze Design Development Implementation and Evaluation). Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Game RPG Sejarah sangat valid layak dan efektif. Hal tersebut berdasarkan dari uji validasi materi yang mendapatkan nilai 97 5% dan uji validasi media mendapatkan nilai 87 5%. Sedangkan uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada lima peserta didik mendapatkan nilai 83% dan masuk ke dalam kategori sangat layak. Kemudian pada uji coba kelompok besar yang dilakukan pada 20 peserta didik mendapatkan persentase nilai sebesar 89 2% dan masuk ke dalam kategori sangat layak. Selain itu juga terdapat kenaikan yang signifikan dari hasil pre-test dan post-test yaitu sebesar 33 6% dan untuk tingkat efektivitas mendapatkan nilai 1 1 ge 1 yang dapat diartikan bahwa media pembelajaran efektif.