Skripsi
Evaluasi kondisi tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode SK No.77/KPTS/DB/1990 dan Surface Distress Index (SDI) serta inventarisasi data jalan dalam Geographic Information System (GIS) (studi kasus: Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur) / Hasan Muhammad
Abstrak
Kerusakan permukaan jalan yang tidak segera diperbaiki bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih serius. Faktor yang menjadi penyebab kerusakan jalan adalah kondisi jalan yang tidak terawat dan sering dilalui oleh kendaraan. Oleh karena itu analisis kerusakan jalan harus dilakukan untuk mendapatkan jenis penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil tingkat kerusakan dan penanganan kerusakan permukaan jalan menggunakan metode SK No.77/KPTS/Db/1990 pada ruas Jalan Lingkar Barat (2) mendeskripsikan hasil tingkat kerusakan dan penanganan kerusakan permukaan jalan menggunakan metode SDI dan (3) menerapkan GIS dan mengintegrasikan database untuk inventarisasi kondisi jalan. Tahapan metode penelitian diawali dengan studi literatur untuk memperoleh informasi dari jurnal maupun buku. Selanjutnya yaitu menentukan identifikasi masalah yang merupakan tahap awal dalam penelitian dengan tujuan untuk mendefinisikan sebuah permasalahan di lapangan untuk kemudian permasalahan tersebut dapat diukur atau diuji. Setelah proses identifikasi masalah perlu dilakukan penetapan rumusan masalah dan tujuan untuk menentukan arah penelitian dilakukan dan informasi apa yang ingin dicapai setelah dilakukan penelitian. Dalam menganalisis kerusakan jalan diperlukan data-data berupa data primer yang didapatkan melalui survei secara langsung di lapangan menggunakan metode SK No.77/KPTS/Db/1990 serta metode SDI dan data sekunder yang didapatkan dari DPUPR Bina Marga Kabupaten Malang. Data yang telah diperoleh akan diolah berdasarkan masing-masing metode untuk diketahui tingkat kerusakan dan jenis penanganan jalan tiap segmen. Setelah itu data kerusakan jalan jenis penanganan serta data sekunder yang diperoleh dari DPUPR akan dimasukkan ke dalam software QGIS (Quantum Geographic Information System) bertujuan sebagai media untuk memonitoring data kondisi jalan. Setelah itu dapat dilakukan pembahasan dan dapat ditarik kesimpulan serta saran. Hasil pada penelitian ini yaitu (1) tingkat kerusakan berdasarkan metode SK No.77/KPTS/Db/1990 diperoleh kumulatif nilai kondisi sebesar 7 41 dalam kondisi baik dengan penanganan pemeliharaan rutin. (2) Tingkat kerusakan berdasarkan metode SDI diperoleh nilai SDI sebesar 100 43 dalam kondisi rusak ringan dengan penanganan rehabilitasi jalan. (3) Output yang diperoleh dari penerapan dalam GIS yaitu database inventarisasi kondisi jalan geometrik jalan hasil LHR tampilan peta jaringan 3D kondisi tingkat kerusakan jalan dan jenis penanganan jalan dari hasil analisis di lapangan.