Skripsi
Studi tentang pewarnaan dan uji ketahanan luntur ekstrak sabut kelapa menggunakan variasi fiksator pada kain woolpeach / Adila Apriliyanawati
Abstrak
Salah satu tanaman yang sangat mudah ditemukan di Indonesia adalah tanaman kelapa produksinya yang melimpah membuat masyarakat harus pandai memilah dan memanfaatkan limbahnya termasuk sabut kelapa. Salah satu pemanfaatan sabut kelapa yang mudah dilakukan yaitu dijadikan zat pewarna alami karena mengandung tanin yang dapat mewarnai kain. Penelitian ini menggunakan variasi fiksator asam yaitu belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia) dan cuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil warna dan ketahanan luntur ekstrak sabut kelapa pada kain woolpeach yang memiliki serat sintetis. Metode eksperimen dengan data deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil pewarnaan ekstrak sabut kelapa berbeda pada setiap sampelnya namun secara keseluruhan termasuk pada warna coklat kemerahan dan kuning kecoklatan. Warna yang dihasilkan pada kain woolpeach ini tidak terdaftar pada Pantone warna sehingga tidak memiliki nama resmi. Uji tahan luntur terhadap pencucian sabun memperlihatkan hasil bahwa fiksator cuka memiliki kemampuan yang baik dalam mengunci warna dengan nilai 3-4 dan 4 sementara fiksator jeruk nipis dengan nilai 3 3-4 dan 4 memiliki kemampuan yang berada dibawah belimbing wuluh dengan nilai 3-4 dan 4.