Skripsi
Pengembangan modul elektronik berbasis problem based learning materi sistem imun untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondanglegi / Devi Meiliawati
Abstrak
Siswa seharusnya menguasai keterampilan abad 21 karena dianggap sangat penting di era ini. Salah satu keterampilan abad 21 adalah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mengembangkan ide-ide berbeda dan menghasilkan pemikiran baru dalam dimensi yang luas. Keterampilan berpikir kreatif memiliki enam indikator yaitu keingintahuan (curiosity) kelancaran (fluency) keaslian (originality) keluasan (elaboration) keluwesan (flexibility) dan divergent. Kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari hasil belajar dan proses belajar sehingga menjadi hal yang penting untuk ditingkatkan. Idealnya siswa harus mencapai KKM dan menguasi sekitar 90-100% materi pembelajaran. Pada faktanya terjadi ketimpangan antara harapan atau kondisi ideal dengan kenyataan di lapangan terkait keterampilan berpikir kreatif hasil belajar kognitif proses belajar afektif dan proses belajar psikomotorik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Gondanglegi terkait keterampilan berpikir kreatif yaitu mendapatkan hasil persentase rerata 23 08% terkategori kurang hasil belajar kognitif di kelas XI MIPA 1 mendapatkan persentase ketuntasan yang rendah yaitu sebesar 7 7% dari 100% proses belajar afektif dan psikomotorik siswa juga rendah. Penyebab ketimpangan yang ada disebabkan oleh bahan ajar dan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran biologi. Siswa yang diperbolehkan untuk menggunakan smartphone ketika pembelajaran di kelas mendukung adanya inovasi bahan ajar khususnya modul elektronik berbasis model pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R amp D) yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahapan penelitian terdiri dari Analyze Design Develop Implement and Evaluate yang merupakan model pengembangan ADDIE. Waktu penelitian yang terbatas menyebabkan tahap implement tidak dilaksanakan. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan modul elektronik berbasis PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif hasil belajar kognitif yang valid dan praktis. Hasil uji validitas dari para ahli meliputi aspek materi sebesar 100% bahan ajar sebesar 97 92% dan praktisi lapangan sebesar 100%. Kepraktisan untuk uji coba perseorangan sebesar 87 2% uji coba kelompok kecil sebesar 95 0% uji coba lapangan noncredit field test sebesar 94 9% dan uji coba lapangan conduct a pilot test sebesar 93 7%. N-gain hasil uji coba conduct a pilot test untuk keterampilan berpikir kreatif sebesar 0 65 (sedang) dan hasil belajar kognitif sebesar 0 72 (tinggi). Uji beda pretest-posttest keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif menunjukkan hasil ada beda nyata. Nilai rerata proses belajar afektif sebesar 85 24 sedangkan psikomotorik sebesar 91 44 dan keduanya terkategori sangat baik. Berdasarkan hasil pembahasan modul elektronik berbasis PBL sangat valid dan sangat praktis dengan potensi meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif serta mencapai predikat sangat baik untuk proses belajar ranah afektif dan psikomotorik. Modul elektronik berbasis PBL sebaiknya diimplementasikan sehingga menghasilkan modul elektronik yang efektif. Pada modul elektronik berbasis PBL dapat ditambahkan fitur kuis yang interaktif sehingga pembelajaran menggunakan modul akan lebih menyenangkan.