Skripsi
Studi kekerabatan burung madu sriganti (cinnyris jugularis linnaeus, 1766) aves: nectariniidae dengan menggunakan gen mtdna nd2 / Azimah Wardahtul Ishlah
Abstrak
Cinnyris jugularis merupakan spesies anggota famili Nectariniidae. Spesies ini memiliki 21 subspesies dengan persebaran yang luas mulai dari Cina Filipina Semenanjung Malaysia Indonesia Papua hingga Australia dengan sebelas di antaranya tersebar di Indonesia. Hal ini menyebabkan adanya cryptic species sehingga memunculkan sistematika yang cukup kompleks. Oleh karena itu perlu diidentifikasi posisi taksonomi sampel C. jugularis menggunakan mtDNA ND2. Sampel berupa jaringan dan darah dikoleksi dari daerah Jawa Sulawesi dan Nusa Tenggara. DNA total diekstraksi dengan mengikuti protokol DNeasy Blood amp Tissue Kit (QIAGEN). Amplifikasi gen target melalui proses PCR menggunakan primer forward L5219-Met 5 -CCCATACCCCGAAAATGATG-3 dan primer reverse H6313-Trp 5 -CTCTTATTTAAGGCTTTGAAGGC-3. Sampel dianalisis menggunakan Geneious prime version 2022.2.2 MEGA11 dan BEAST v1.10.4. Rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Maximum-Likelihood menghasilkan enam clade. Clade pertama merupakan C. jugularis dari Sulawesi clade kedua merupakan C. jugularis dari Kep. Wakatobi clade ketiga merupakan C. jugularis dari Filipina clade keempat merupakan C. jugularis dari Jawa-Nusa Tenggara dan clade kelima merupakan C. solaris clade keenam merupakan L. aspasia. Terdapat jarak genetik yang cukup besar di antara C. jugularis populasi Sulawesi dengan Kep. Wakatobi (0 0351) populasi Sulawesi dengan Filipina (0 0777) populasi Sulawesi dengan Jawa-Nusa Tenggara (0 0548) populasi Kep. Wakatobi dengan Filipina (0 0686) populasi Kep. Wakatobi dengan Jawa-Nusa Tenggara (0 0579) populasi Filipina dengan Jawa-Nusa Tenggara (0 0793). Penelitian ini menunjukkan bahwa C. jugularis dari keempat populasi merupakan spesies yang berbeda dan diperlukan revisi nama serta pengangkatan status menjadi spesies.