Skripsi
Pemetaan kandungan REE (Rare Earth Element) non magnetik di wilayah gunung Semeru berdasarkan suseptibilitas magnetik dan data ICP-OES / Rifdah Tsuwaibatul Aslamiyyah
Abstrak
Golongan lantanida pada tabel periodik terdiri dari 17 unsur kimia dikenal sebagai REE (Rare Earth Element) yang memiliki sifat-sifat unik seperti kemampuan untuk membentuk senyawa yang kuat tahan korosi dan tahan suhu tinggi. Dalam bidang fisika penelitian tentang sifat dan karakteristik REE dapat memberikan wawasan baru mengenai potensi penggunaannya pada berbagai industri. Sebagai gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa dan Indonesia Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur memiliki potensi untuk mengandung mineral REE karena material vulkanik yang dihasilkannya. Dengan menggunakan Bartington MS2B pada penelitian ini diketahui bahwa persebaran nilai suseptibilitas magnetik pada wilayah Gunung Semeru memiliki rentang nilai yang cukup tinggi yaitu (0 3407 ndash 2 232) x 10 minus 5 m3/kg. Selain itu metode ICP-OES digunakan dalam identifikasi REE karena kepekaannya terhadap unsur-unsur dengan konsentrasi rendah serta kemampuannya untuk mendeteksi multiunsur dalam satu sampel. Hasil uji ICP-OES mengindikasikan terdapat kandungan REE non magnetik pada area Gunung Semeru yaitu terdiri dari unsur Lanthanum (La) dan Yttrium (Y). Suseptibilitas magnetik berbanding terbalik dengan keberadaan REE non magnetik berdasarkan analisis Pearson Correlation. Kemudian pemetaan hasil suseptibilitas magnetik dan kandungan REE dilakukan menggunakan software Quantum Gis (QGis).