Skripsi
Ekstrak metanol daun mimba (azadirachta indica a. juss): partisi, identifikasi fitokimia, aktivitas antioksidan, dan antijamur pangan / Elfira Diva Yuniarti
Abstrak
Salah satu tumbuhan obat yang cukup populer adalah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss). Masyarakat memanfaatkan daun mimba untuk meningkatkan nafsu makan mengobati disentri malaria borok dan infeksi bakteri. Khasiat daun mimba tersebut tidak dapat dipungkiri merupakan akibat dari senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Penelitian tentang daun mimba yang telah dilakukan masih terfokus pada ekstrak sedangkan fraksinya belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak daun mimba memisahkan komponen dalam daun mimba berdasarkan kepolarannya (partisi) menganalisis dan mengidentifikasi komponennya menguji aktivitas antioksidan dan antijamurnya. Penelitian ini terbagi menjadi enam tahap yaitu 1) ekstraksi daun mimba menggunakan metode maserasi 2) partisi ekstrak kental 3) analisis dengan KLT air brom spektrofotometer visible dan IR 4) identifikasi fitokimia 5) uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dan 6) uji aktivitas antijamur menggunakan roti tawar. Ekstraksi daun mimba menggunakan metanol menghasilkan rendemen sebesar 8 08%. Partisi ekstrak metanol menggunakan n-heksana etil asetat 1-butanol dan metanol-air menghasilkan rendemen sebesar 13 86 6 84 16 58 dan 48 68%. Ekstrak metanol daun mimba mengandung alkaloid flavonoid tanin terpenoid dan saponin. Secara kuantitatif fraksi n-heksana mempunyai kandungan total flavonoid yang paling tinggi yaitu 18 82 mg QE/g sampel. Sedangkan fraksi etil asetat mempunyai kandungan total fenolik yang paling tinggi yaitu 12 80 mg GAE/g. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antioksidan dan antijamur yang paling baik dengan nilai IC50 sebesar 190 06 ppm dan dapat menghambat pertumbuhan jamur pada roti tawar selama 36 jam.